Dialog Nabi Musa dengan Allah SWT : Kaya Itu Soal Hati, Bukan Harta

  • 16 Apr 2026 12:52 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto - Dialog Mutiara Pagi RRI Purwokerto menghadirkan tausiah dari Ustadz Hendro Kuncoro, S.Pt yang membahas lanjutan dialog Nabi Musa dengan Allah SWT. Dalam siaran tersebut, dijelaskan bahwa ukuran kekayaan sejati tidak hanya dilihat dari banyaknya harta, tetapi dari kondisi hati seseorang dalam menerima apa yang telah diberikan Allah.

Ustadz Hendro menyampaikan, dalam dialog tersebut Nabi Musa bertanya, “Siapa hambamu yang paling kaya?” Allah menjawab, “Alladzi yardho bima utiya,” yaitu mereka yang rida terhadap apa yang diberikan kepadanya. Menurutnya, definisi ini penting karena banyak orang merasa kurang meskipun secara materi sudah berkecukupan.

“Orang kaya itu adalah orang yang selalu bisa rida terhadap apa yang Allah berikan kepadanya,” katanya.

Ustadz Hendro juga menyoroti fenomena kehidupan saat ini, di mana keinginan manusia sering kali tidak ada batasnya. Ketika sudah memiliki sesuatu tetapi masih ingin lebih lagi. Bahkan, dalam beberapa kasus, rasa tidak puas itu bisa merusak kebahagiaan, termasuk dalam hubungan rumah tangga. Sehingga tidak bisa menikmati apa yang ada di depannya.

Lebih lanjut, dijelaskan bahwa kebalikan dari orang kaya adalah orang yang merasa selalu kekurangan. Dalam dialog tersebut disebutkan, “Siapa hamba yang paling fakir?” dan dijawab bahwa mereka adalah orang yang merasa serba kurang. Kondisi ini menunjukkan bahwa kemiskinan tidak selalu berkaitan dengan harta, tetapi juga dengan sikap hati yang tidak pernah bersyukur. Dalam sesi tanya jawab, Ustadz Hendro juga memberikan tips agar seseorang bisa lebih lapang dan rida.

Ustadz Hendro menekankan pentingnya mengubah fokus hidup, tidak hanya pada dunia, tetapi juga pada akhirat. Dengan cara ini, seseorang akan lebih mudah menerima keadaan dan mengurangi rasa iri terhadap orang lain.

“Wal akhiratu khairun laka minal ula. Kehidupan akhirat itu lebih baik dibandingkan kehidupan dunia,” katanya.

Menutup dialog, ia mengajak masyarakat untuk terus bersyukur atas apa yang sudah dimiliki, sambil tetap berusaha meraih yang lebih baik. Dialog ini diharapkan menjadi pengingat bagi masyarakat untuk menjaga hati agar tetap tenang dan tidak terjebak dalam rasa kurang yang tiada akhir.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....