Seleksi Paskibraka Banyumas Gunakan Sistem IT, Transparansi Jadi Prioritas

  • 15 Apr 2026 13:39 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas: Seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Banyumas tahun 2026 terus berjalan dengan tahapan yang semakin ketat. Setelah melewati tes kesehatan, para peserta hari ini menghadapi tahap parade yang menjadi salah satu penentu utama untuk lolos ke tahap berikutnya.

Kegiatan seleksi ini dilaksanakan di GOR Satria Purwokerto dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari tim kesehatan, TNI-Polri, hingga panitia dari Bakesbangpol Banyumas. Seluruh proses juga diawasi menggunakan sistem berbasis teknologi informasi guna menjamin transparansi.

“Penilaian dimulai dari kesehatan fisik, postur tubuh, hingga kondisi mata yang harus benar-benar normal, serta sikap peserta dalam mengikuti setiap tahapan.” ujar Kepala Bakesbangpol Banyumas Eko Heru Surono S.Sos pada Rabu (15/4/2026).

Ia menjelaskan bahwa penilaian tidak hanya berfokus pada kondisi fisik, tetapi juga mencakup aspek psikologis peserta. Hal ini dilakukan agar peserta yang terpilih benar-benar siap secara menyeluruh untuk menjalankan tugas sebagai Paskibraka.

Memasuki tahap parade, peserta kembali dinilai dari segi penampilan dan gerakan. Mulai dari cara berjalan, postur tubuh, hingga struktur kaki menjadi perhatian penting dalam proses seleksi ini.

“Semua dinilai secara detail oleh tim, baik dari kesehatan maupun TNI-Polri, dan seluruh proses direkam melalui sistem IT sehingga dapat dicek kembali jika ditemukan kejanggalan,” ujarnya.

Berdasarkan data, sebanyak 245 peserta mengikuti tahap awal tes kesehatan, terdiri dari 149 laki-laki dan 96 perempuan. Dari jumlah tersebut, 142 peserta dinyatakan lolos dan berhak melanjutkan ke tahap berikutnya.

Namun, dari ratusan peserta tersebut, hanya sebagian kecil yang akan terpilih menjadi anggota Paskibraka Kabupaten Banyumas tahun 2026. Panitia menetapkan kuota sebanyak 30 orang, yakni 20 laki-laki dan 10 perempuan.

“Harapan kami peserta dapat menjaga kesehatan, mengatur pola makan dan istirahat, serta menjaga sikap, karena nantinya mereka akan menjadi duta Pancasila dan representasi generasi muda,” ucap Eko. (Ilham Ramdhani).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....