Kasus Campak di Banyumas Meningkat, Dinkes Gencarkan Imunisasi dan Edukasi
- 13 Apr 2026 08:39 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas: Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kabupaten Banyumas mencatat adanya peningkatan kasus campak pada triwulan pertama tahun 2026. Hingga 30 Maret 2026, tercatat sebanyak 20 kasus positif campak dan 4 kasus rubella di wilayah tersebut.
Hal tersebut disampaikan Kabid Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Dan Keluarga Berencana Kab. Banyumas, dr. Anwar Hudiono. Ia mengatakan bahwa angka tersebut sudah melampaui setengah dari total kasus sepanjang tahun 2025 yang mencapai 38 kasus.
“Dalam tiga bulan pertama tahun ini, jumlah kasus sudah lebih dari separuh total tahun lalu. Artinya, memang ada peningkatan kasus yang perlu diwaspadai,” katanya.
Untuk menekan penyebaran penyakit menular tersebut, Dinas Kesehatan terus menggencarkan program imunisasi, khususnya imunisasi campak-rubella (MR). Upaya ini dilakukan dengan meningkatkan cakupan imunisasi serta melakukan penelusuran terhadap anak-anak yang belum mendapatkan vaksin.
Selain itu, Dinkes juga menggandeng berbagai pihak, mulai dari sekolah hingga kader kesehatan di masyarakat, guna memperluas jangkauan edukasi dan pelaksanaan imunisasi. “Kami juga melakukan surveilans secara terus-menerus melalui puskesmas untuk memantau perkembangan kasus di lapangan,” ucapnya.
Namun, dalam pelaksanaannya, masih terdapat tantangan, terutama dalam membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya imunisasi. Padahal, menurut dr. Anwar, campak merupakan penyakit yang dapat dicegah sepenuhnya melalui imunisasi.
Untuk mencapai kekebalan kelompok atau herd immunity, cakupan imunisasi harus mencapai minimal 95 persen dari sasaran. Oleh karena itu, dukungan dari berbagai pihak sangat dibutuhkan, baik dari keluarga, tokoh masyarakat, maupun lintas sektor.
“Imunisasi adalah kunci utama. Tanpa dukungan masyarakat, sulit untuk mencapai kekebalan kelompok,” katanya.
Dinkes Banyumas juga mengimbau masyarakat untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat sebagai langkah pencegahan tambahan. Selain itu, orang tua diminta lebih waspada terhadap gejala campak pada anak, seperti demam, mata merah, batuk, pilek, hingga munculnya ruam pada kulit.
Jika ditemukan gejala tersebut, anak disarankan untuk sementara tidak beraktivitas di luar rumah atau sekolah serta menggunakan masker guna mencegah penularan ke orang lain. “Segera periksakan ke fasilitas kesehatan jika muncul gejala. Pencegahan dan penanganan dini sangat penting agar tidak terjadi penyebaran lebih luas,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....