Refleksi Hari Kesehatan Sedunia, Dinkes Banyumas: Derajat Kesehatan Masyarakat Te

  • 13 Apr 2026 08:37 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas: Momentum Hari Kesehatan Sedunia menjadi refleksi penting bagi Pemerintah Kabupaten Banyumas dalam melihat capaian sekaligus tantangan di sektor kesehatan. Secara umum, kondisi kesehatan masyarakat di wilayah ini dinilai terus menunjukkan tren positif berdasarkan sejumlah indikator utama.

Sekretaris Dinas Kesehatan Dan Keluarga Berencana Kab. Banyumas, dr. Catur Yuni Muliatsih, MM, menyampaikan bahwa salah satu indikator utama, yakni usia harapan hidup, mencapai angka 74,94 pada tahun 2025. Angka tersebut dinilai mencerminkan kondisi kesehatan masyarakat yang baik.

“Usia harapan hidup ini menggambarkan kualitas layanan kesehatan, kondisi lingkungan, serta perilaku masyarakat. Dengan capaian tersebut, secara umum derajat kesehatan masyarakat Banyumas sudah baik,” katanya.

Selain itu, indikator keluarga sehat juga telah memenuhi target yang ditetapkan. Indikator ini mengukur berbagai aspek kesehatan dalam lingkup keluarga, sebagai dasar dalam membangun masyarakat yang sehat secara menyeluruh.

Dari sisi kesehatan ibu, angka kematian ibu di Banyumas juga menunjukkan capaian positif. Saat ini, angka tersebut berada di angka 85 per 100.000 kelahiran hidup, lebih baik dari target yang ditetapkan sebesar 90 per 100.000 kelahiran hidup.

“Semakin rendah angka kematian ibu, maka semakin baik. Ini menunjukkan upaya peningkatan layanan kesehatan berjalan dengan baik,” katanya kembali.

Meski demikian, masih terdapat sejumlah tantangan yang harus dihadapi, di antaranya persoalan stunting, penyakit menular, serta penyakit tidak menular yang masih memerlukan penanganan berkelanjutan. Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pola hidup sehat, Dinas Kesehatan terus menggencarkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas).

Upaya ini dilakukan melalui pendekatan langsung ke masyarakat, baik melalui puskesmas maupun lintas sektor. Selain itu, kampanye Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) juga terus dilakukan, termasuk melalui berbagai media publikasi dan platform digital guna menjangkau masyarakat secara lebih luas.

“Yang paling sulit dalam kesehatan adalah mengubah perilaku. Karena itu, pendekatan langsung dan edukasi terus kami lakukan agar masyarakat mau menerapkan pola hidup sehat,” ujarnya.

Dalam momentum refleksi ini, Dinas Kesehatan berharap seluruh indikator kesehatan yang telah ditetapkan dapat tercapai secara optimal. Namun, keberhasilan tersebut tidak hanya bergantung pada pemerintah, melainkan membutuhkan dukungan dari seluruh elemen masyarakat.

“Kesehatan tidak bisa berjalan sendiri. Harus ada dukungan dari masyarakat, pemangku kepentingan, dan dimulai dari kesadaran individu serta keluarga untuk hidup sehat,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....