Lonjakan Harga Plastik Diminta Jadi Momentum Warga Purbalingga Terapkan Budaya 3

  • 10 Apr 2026 09:19 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, PURBALINGGA – Kenaikan harga material plastik yang mencapai hampir dua kali lipat saat ini dinilai menjadi momentum tepat bagi masyarakat untuk mulai mengefisienkan penggunaan plastik sekali pakai. Langkah ini diharapkan dapat menekan volume sampah yang dihasilkan di tingkat rumah tangga maupun usaha.

Subkoordinator Pengelolaan Sampah pada Dinas Lingkungan Hidup, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DLHPKP) Purbalingga, Andi Cahyadi, mengungkapkan bahwa efisiensi penggunaan plastik bukan sekadar soal penghematan biaya, melainkan upaya menjaga kelestarian lingkungan.

"Harga plastik hampir dua kali lipat ini sebenarnya momentum untuk kita mengefisienkan penggunaan plastik, sehingga sampah yang dihasilkan tidak begitu banyak," ujar Andi.

Ia menekankan bahwa jika penggunaan plastik tetap tidak terhindarkan, masyarakat diminta untuk mematuhi prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle).

"Plastik yang digunakan harus memenuhi kriteria dapat dibatasi, dipakai kembali, dan bisa didaur ulang agar tidak menjadi limbah di tempat pembuangan akhir," ucapnya saat ditemui di kantor DLHPKP (Jumat, 10 April 2026)

Andi menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Purbalingga sendiri telah memperkuat komitmen ini melalui sejumlah regulasi strategis. Saat ini, terdapat dua peraturan utama yang menjadi landasan, yaitu Perbup Nomor 51 Tahun 2023 tentang Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber, kemudian Perbup Nomor 52 Tahun 2023 tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik dan Styrofoam.

Selain itu, terdapat Surat Edaran (SE) Bupati mengenai pengurangan pemakaian kantong plastik sekali pakai serta sedotan plastik.

"Regulasi itu semuanya bertujuan untuk mengefisienkan sampah plastik di wilayah kita," tambah Andi.

Andi mencontohkan, langkah nyata pengurangan penggunaan plastik mulai terlihat di sektor perdagangan, salah satu pusat perbelanjaan (mall) di Purbalingga diketahui telah memasang banner sosialisasi yang menyatakan tidak lagi menyediakan kantong plastik kresek, dan menggantinya dengan pilihan wadah yang lebih ramah lingkungan.

Sebagai solusi praktis bagi masyarakat, Andi mengajak warga untuk mulai mengubah kebiasaan kecil dalam keseharian, sebagai contoh membeli minuman dengan membawa Tumbler dan tidak menggunakan cup plastik.

"Solusinya sederhana, misalnya kalau beli minuman bisa membawa tumbler (botol minum) sendiri dari rumah. Hal-hal kecil seperti ini jika dilakukan bersama akan berdampak besar bagi pengurangan sampah di Purbalingga," pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....