UMP Gelar Pameran Kartun Internasional Bertema Lingkungan

  • 10 Apr 2026 09:00 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas : Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) sukses menyelenggarakan Bawar International Cartoon Exhibition sebagai upaya mengedukasi masyarakat mengenai dampak perubahan iklim dan perkembangan teknologi. Acara yang melibatkan ratusan kartunis dari berbagai belahan dunia ini memadukan kearifan lokal Banyumas dengan isu lingkungan global yang semakin mendesak.

Hal tersebut disampaikan oleh Efi Miftah Faridi, M.Pd., Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) sekaligus ketua pelaksana dalam pameran tersebut. Menurutnya, pameran ini bertujuan untuk menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan serta mengedukasi generasi muda agar bijak dalam menggunakan kemajuan teknologi, khususnya kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

“Kami mengambil tema tersebut agar para kartunis bisa memberikan gambaran serta edukasi kepada penikmat seni tentang pentingnya peduli lingkungan yang mulai rusak akibat ulah manusia. Selain itu, kami ingin memberi pembelajaran agar masyarakat, khususnya anak muda, bisa bijak menggunakan teknologi AI untuk kebaikan,” ujarnya saat diwawancarai oleh RRI Purwokerto pada Kamis (9/4/2026).

Efi mengungkapkan bahwa antusiasme peserta sangat luar biasa. Dari total 350 karya yang dikirimkan oleh para kartunis dari berbagai negara, tim kurator telah menyeleksi ketat hingga terpilih 148 karya kartun yang terpajang dalam eksibisi kali ini.

Proses kurasi dilakukan oleh juri profesional serta melibatkan mahasiswa berprestasi UMP untuk memastikan kesesuaian karya dengan tema iklim dan teknologi. Disisi lain, Efi menjelaskan penggunaan istilah “Bawor” sebagai ikon utama bertujuan mengenalkan kearifan lokal Banyumas ke kancah nasional hingga internasional.

Dengan partisipasi dari 34 perguruan tinggi, ia berharap pameran ini menginspirasi peserta untuk tetap melestarikan seni gambar manual di tengah gempuran AI.

“Kartun itu unik—sering disebut "nyeleneh" atau kritis, tapi di sisi lain memberikan edukasi yang kuat tentang fenomena dunia. Kemarin kami juga mengundang siswa SD dan SMP UMP untuk ikut mencoba menggoreskan tinta bersama seniman senior seperti Pak Nasirun,” ucapnya.

Selain pameran, acara ini dimeriahkan oleh pekan seni internal UMP yang terdiri dari berbagai cabang, mulai dari pembacaan puisi hingga vokal kategori pop, dangdut, dan keroncong. Kerja sama dengan pihak eksternal juga dihadirkan melalui fasilitas cek kesehatan gratis di lokasi pameran guna menyemarakkan suasana.

Sebagai penutup, Efi berharap ajang serupa terus berlanjut di masa depan dengan kualitas penyelenggaraan yang lebih baik dan partisipan yang lebih luas. Sinergi antara kreativitas manual dan teknologi diharapkan mampu melahirkan karya-karya inovatif yang memberikan dampak positif bagi dunia.

“Harapannya untuk event ke depan ini bisa tetap dilaksanakan ya walaupun mungkin tidak di UMP. Ini sebagai refleksi ke depan untuk penyelenggaraan berikutnya bisa lebih baik lagi, partisipannya lebih banyak, keterlibatan mahasiswa khususnya juga lebih banyak,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....