BPOM dan Pemkab Banyumas Bersinergi Wujudkan Keamanan Pangan

  • 08 Apr 2026 14:51 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas: Bersama Pemerintah Kabupaten Banyumas, Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Banyumas terus berupaya dalam mewujudkan keamanan pangan yang terpadu bagi masyarakat. Salah satunya terwujud dalam forum advokasi program keterpaduan keamanan pangan yang digelar di Pendopo Si Panji Purwokerto, Rabu (8/4/2026).

Kepala Balai POM di Banyumas Gidion menekankan bahwa aspek keamanan pangan menjadi hal mutlak yang dipenuhi karena pangan yang aman merupakan fondasi dari kesehatan masyarakat.

“Dalam rangka mewujudkan sistem pengawasan pangan yang lebih efektif dan menyeluruh, Badan POM telah merancang dan melaksanakan program keterpaduan keamanan pangan yang pada tahun 2026 ini kembali dilaksanakan di berbagai wilayah di Indonesia, salah satunya di Kabupaten Banyumas,” kata Gidion.

Menurut Gidion, Badan POM telah merancang dan melaksanakan program keterpaduan keamanan pangan. Program tersebut terdiri dari tiga pilar utama yakni program desa pangan aman, program pasar pangan aman berbasis komunitas, serta program pangan jajanan anak sekolah atau PJAS aman.

Melalui program desa pangan aman, pihaknya berharap dapat meningkatkan kesadaran dan kemandirian masyarakat desa dalam mengawasi dan menjaga keamanan pangan yang dikonsumsi sehari-hari.

“Ini juga selaras dengan semangat pembangunan dari desa. Untuk Indonesia yang lebih sehat, mandiri dan semakin maju,” ucap Gidion.

Selanjutnya, program kedua berangkat dari banyaknya tantangan terkait kebersihan maupun keamanan pangan yang beredar di pasar, terutama isu-isu mengenai temuan bahan berbahaya pada pangan olahan.

Untuk itu pihaknya berharap bisa mendorong penguatan peran pengelola, pedagang dan komunitas pasar untuk menyediakan pangan yang memenuhi standar keamanan pangan.

“Kegiatan ini nanti meliputi edukasi pedagang, pengawasan terpadu hingga pembentukan komunitas peduli pangan-pangan aman di pasar,” tutur Gidion.

Sementara, untuk program PJAS, menurut Gidion, bertujuan untuk menciptakan lingkungan sekolah yang mendukung penyediaan jajanan yang sehat dan aman. Upayanya meliputi pembentukan kader keamanan pangan di sekolah, edukasi kepada guru, siswa, orang tua, dan penjamah makanan di sekolah, serta pengawasan kantin

“Diharapkan anak-anak dapat tumbuh dan berkembang dengan sehat, serta terbiasa mengkonsumsi pangan yang aman dan sehat sejak dari dini. Harapannya, nanti program pangan jajanan anak sekolah ini juga nanti bisa selaras dengan program makanan bergizi gratis dari pemerintah,” ujar Gidion.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Bupati Banyumas turut mendukung ketiga program yang telah digagas oleh Badan POM tersebut. Menurutnya, program keterpaduan keamanan pangan tersebut layak didorong untuk membangun budaya keamanan pangan secara menyeluruh.

“Program ini tidak hanya berorientasi pada pengawasan, tetapi juga pada peningkatan kesadaran, pengetahuan, serta kemandirian masyarakat dalam memastikan pangan yang dikonsumsi aman,” ucapnya.

Lintarti menilai, program ini bertujuan untuk mewujudkan budaya keamanan pangan, meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pangan aman, membangun sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat, yang pada akhirnya berdampak pada peningkatan kualitas hidup dan perekonomian masyarakat di Kabupaten Banyumas.

Namun Lintarti juga mengatakan, keberhasilan program tersebut membutuhkan dukungan dan komitmen dari seluruh pihak. Diperlukan kolaborasi aktif dari pemerintah desa, sekolah, pengelola pasar, serta para pelaku usaha pangan.

Kepada pihak sekolah, Lintarti berharap program keamanan pangan ini dapat diimplementasikan secara nyata, terutama dalam pengelolaan kantin sehat dan pengawasan jajanan anak. Demikian pula bagi pengelola pasar, ia mendorong peningkatan kualitas pengelolaan pasar agar memenuhi kriteria pasar sehat dan terbebas dari peredaran bahan berbahaya dalam pangan.

“Untuk itu, saya mengajak kepada seluruh kepala desa agar memiliki komitmen kuat dalam mengintegrasikan program keamanan pangan dengan program pembangunan desa yang sudah ada. Potensi lokal yang dimiliki desa, termasuk usaha pangan rumah tangga dan kuliner khas, harus dikembangkan dengan tetap mengedepankan aspek keamanan pangan,” tuturnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....