Sosialisasi Pengolahan Hasil Laut di Cilacap, Dorong Ekonomi Warga Pesisir
- 06 Apr 2026 19:51 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Cilacap : Komitmen meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir terus diperkuat oleh TNI Angkatan Laut melalui kegiatan sosialisasi pengolahan hasil laut yang digelar di Gedung R.E. Martadinata, Lanal Cilacap, Senin (6/4/2026). Kegiatan ini menarik antusias ratusan warga pesisir yang ingin meningkatkan keterampilan dalam mengolah hasil laut menjadi produk bernilai jual tinggi.
Acara tersebut dibuka oleh Wakil Komandan Pusat Teritorial Angkatan Laut (Wadan Pusteral), Kolonel Laut (P) Rully Riono, dan turut dihadiri unsur Forkopimda, jajaran Lanal Cilacap, serta Pemerintah Daerah.
Wadan Pusteral, Kolonel Laut (P) Rully Riono menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari peran strategis TNI AL dalam pemberdayaan wilayah pertahanan laut, sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang TNI Nomor 3 Tahun 2025 sebagai perubahan atas Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004.
"Untuk kegiatan pengolahan hasil laut ini bagian dari kegiatan komunikasi sosial. Tadi sudah saya jelaskan di amanat Danpuster, yaitu bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat pesisir tentunya untuk pengolahan hasil laut, untuk meningkatkan kesejahteraan, kemudian membuka peluang usaha, kemudian mencegah stunting sesuai dengan program pemerintah," ujarnya.
Ia menambahkan, pemberdayaan masyarakat pesisir tidak hanya berdampak pada peningkatan ekonomi, tetapi juga berkontribusi dalam memperkuat pertahanan negara di wilayah laut.Komandan Lanal Cilacap, Letkol Laut (PM) Damianus Denny Nixon Ogy, menyampaikan jika sosialisasi ini juga menjadi langkah nyata dalam mendorong peningkatan konsumsi ikan sekaligus membuka peluang usaha berbasis hasil laut.
"Kegiatan ini juga sebagai upaya juga untuk mendukung peningkatan konsumsi ikan ya bagi masyarakat dan untuk penanganan stunting. Terus, melalui kegiatan ini juga kami berharap untuk masyarakat, khususnya masyarakat pesisir, bisa berinovasi mengembangkan pengolahan hasil laut yang bernilai ekonomi untuk peningkatan nilai gizi, peningkatan gizi dan kesejahteraan masyarakat," katanya.
Ia juga menekankan bahwa kegiatan ini menjadi bentuk sinergi antara TNI Angkatan Laut dan Pemerintah Daerah Cilacap dalam memperkuat ketahanan maritim di wilayah tersebut.
Pelaksana Harian Sekretaris Daerah (Plh Sekda) Cilacap, Annisa Fabriana, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan yang dinilai selaras dengan program pemerintah daerah, khususnya Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemari).
"Kegiatan ini memang baru pertama ada di Cilacap, tetapi nampaknya respon masyarakat luar biasa. Karena kami juga melihat sebetulnya gayung bersambut dengan program yang ada di pemerintah daerah itu ada yang namanya Gemari, Gemar Makan Ikan. Bagaimana masyarakat bisa tetap Gemari, yaitu diberikan edukasi untuk hasil laut itu tidak langsung dikonsumsi apa adanya, tetapi diolah terlebih dahulu. Dan ini ilmunya saat ini sedang diberikan melalui sosialisasi ini," katanya.
Annisa menambahkan, keterlibatan pelaku UMKM dalam kegiatan ini membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat pesisir melalui pengolahan hasil laut yang lebih variatif dan bernilai tambah.
"Para peserta ini harapannya bisa mengolah hasil laut ini menjadi berbagai bentuk sehingga dari sisi ekonomi juga ini akan terjadi peningkatan dari sisi harga. Saya kira ini perlu dilanjutkan terus dan kita akan menyambut baik," tambahnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Cilacap, Taufik Nurhidayat mengatakan jika selama ini Cilacap dikenal memiliki potensi laut yang besar sebagai hulu sumber daya, namun belum sepenuhnya dioptimalkan. Melalui kegiatan sosialisasi, edukasi, dan pelatihan dari TNI AL, masyarakat kini mulai “terbuka matanya” terhadap peluang tersebut.
Program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan keterampilan masyarakat pesisir, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat pertahanan dan keamanan berbasis rakyat. Sinergi antara TNI dan masyarakat dinilai penting dalam membangun ketahanan wilayah dari hulu hingga hilir.
"Harapannya program tidak berhenti pada pelatihan hari ini semata. Masyarakat, khususnya nelayan dan pelaku UMKM, diharapkan mendapat pendampingan berkelanjutan hingga mampu mengembangkan usaha secara nyata," katanya.
Menariknya, pelatihan yang diberikan tidak hanya fokus pada pengolahan hasil laut. Beberapa materi lain seperti pengolahan produk pangan, termasuk olahan berbasis tempe hingga makanan beku (frozen food), juga diperkenalkan sebagai alternatif usaha.
Selain sosialisasi, kegiatan ini juga diramaikan dengan pameran produk UMKM olahan hasil laut. Berbagai produk unggulan ditampilkan, seperti brekecek, dimsum udang, wonton udang, sambal tuna, hingga bandeng presto, yang menunjukkan potensi besar sektor pengolahan hasil laut di Cilacap.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....