Harga Kedelai di Banjarnegara Capai Rp 11.500 per Kilogram
- 06 Apr 2026 09:49 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banjarnegara - Kenaikan harga kedelai impor mulai dirasakan para pedagang dan perajin di Kabupaten Banjarnegara. Dalam dua pekan terakhir, harga kedelai yang menjadi bahan baku utama tahu dan tempe mengalami lonjakan akibat pasokan yang mulai langka di pasaran.
Kondisi ini turut dipengaruhi situasi geopolitik global, termasuk konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran, yang berdampak pada distribusi dan harga komoditas impor, termasuk kedelai.
Di Pasar Banjarnegara, harga kedelai impor asal Amerika Serikat kini mencapai Rp 11.500 per kilogram. Angka tersebut naik dari sebelumnya Rp 10.500 per kilogram, atau mengalami kenaikan sebesar Rp 1.000 per kilogram.
Salah satu pedagang di Pasar Kota Banjarnegara, Masruri, mengatakan kenaikan harga terjadi karena stok kedelai yang semakin terbatas.
“Biasanya kami bisa menyetok 3 sampai 5 kuintal per hari, sekarang paling hanya tersisa sekitar 50 kilogram,” ujarnya, Senin (6/4/2026).
Kenaikan harga ini dikeluhkan para perajin tempe rumahan. Mereka terpaksa menyiasati kondisi tersebut dengan memperkecil ukuran produk agar tetap bisa bertahan tanpa menaikkan harga jual.
Salah satu perajin mengaku mengurangi ukuran tempe hingga sekitar 2 sentimeter. Langkah ini diambil karena mereka khawatir kehilangan pelanggan jika harga dinaikkan.
“Kalau harga dinaikkan, takut pembeli berkurang. Jadi terpaksa ukuran yang diperkecil,” kata seorang perajin.
Kondisi ini membuat para pelaku usaha kecil harus memutar otak agar usaha mereka tetap berjalan di tengah tekanan biaya produksi yang meningkat.
Para perajin berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk menstabilkan harga dan memastikan ketersediaan pasokan kedelai di pasaran. Mereka khawatir jika kondisi ini terus berlanjut, usaha kecil seperti tempe dan tahu akan semakin terpuruk. (jkw)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....