Bekal Real Bukan Bekal Utama Calon Jamaah Haji
- 05 Apr 2026 15:32 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banjarnegara: Bekal utama hendak berangkat ibadah haji bukan uang real yang banyak, namun bekal terbaik adalah taqwa. Sesuai dengan firman Allah dalam Quran surat Al Baqoroh ayat 187. Hal itu diungkapkan oleh Pengasuh Ponpes Mumtaza Prapas Banjarnegara KH Afit Juliet Nurcholis dalam acara Halalbihalal dan Pelepasan Calon Haji KBIHU Miftahul Jannah Banjarnegara, Jumat, 3 April 2026 di Aula Darussalam Parakancanggah Banjarnegara.
"Bulan Ramadan, Syawal dan Dulkaidah adalah waktu berbekal. Mempersiapkan diri untuk menjadi tamu Allah, sebuah nikmat besar yang tidak semua orang bisa menikmatinya," tandas Afit.
Maka, tambah Afit, ia meminta para calon jamaah haji untuk setelah Ramadan pergi tidak melepas kebiasaan-kebiasaan baik saat Ramadan. "Jangan sampai seperti kisah dalam surat An Nahl, menenun kain di siang hari namun merusak tenunannya di malam hari. Karena kebanyakan orang malam lebaran sudah meninggalkan jamaah sholat Isya. Ingat pesan Jalaludin Rummi: Tuhanmu di bulan Ramadan dan Syawal sama. Mengapa hanya saat Ramadan saja kau semangat beribadah?" tanya Afit.
Afit menegaskan bahwa perintah haji adalah spesial, harus menyempurnakan persiapan. "Sebesar bekal ibadah dalam mempersiapkan haji, maka sebesar itu pula pahala yang akan didapatkan. Ibnu Qudama mengatakan: sebaiknya orang yang niat haji mengawali dengan taubat, menunaikan janji dan hutang. Pamitan dan minta doa orang banyak, datangi kesepuhan, guru. Jangan berhaji diam-diam. Berikan sedekah sebelum berangkat tapi jangan takaluf, berlebihan dan memaksakan diri, sampai membuat takut orang lain takut untuk haji karena melihat ubo rampe yang berlebihan. Jangan asal wah tapi tidak woh (berbuah), sesuai kemampuan saja. Mempersiapkan nafkah yang cukup juga untuk keluarga yang ditinggal," pesan Afit.
Saat di tanah suci, tambah Afit lagi, carilah teman baik selama di tanah suci. Yaitu orang yang mencintai kebaikan, suka menolong. "Dan keluarga adalah yang paling utama ditolong. Sehingga suami istri, anak dan orang tua, di tanah suci nanti jangan berfikir ibadah mahdoh saja, ada pahala besar yang dekat dengan kita yaitu menolong keluarga. Kalau suami istri ada yang sakit, lebih utama merawat yang sakit ketimbang memaksakan diri ke masjid," tandas Afit.
Pada kesempatan itu, Ketua DPC Syarikat Islam Musobihin melepas secara resmi sejumlah 210 calon jamaah haji yang rencananya akan berangkat pertengahan bulam Mei mendatang.
Terkait dengan polemik pelaksanaan dam Ketua KBIH Miftahul Jannah Fathurrahman mengungkapkan berdasarkan kesepakatan bersama forum KBIH dan Kemenhaj, dam dilaksanakan di tanah air dengan nominal Rp 2.750.000 rupiah.
Adapun Pendamping Kloter 72 Heri Purnomo Adi mengungkapkan nantinya para petugas akan bersiap penuh membantu kebutuhan jamaah agar dapat beribadah secara optimal. "Bahkan sejauh ini aturannya para petugas nanti tidak memakai kain ihrom saat di Armuzna (Arafah, Muzdalifah dan Mina). Agar para jamaah mudah mengenali petugas saat membutuhkan," jelas Heri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....