Tak Cuma Kuat Fisik, Paskibraka Banyumas Dibekali Nilai Kepemimpinan
- 09 Agt 2026 07:50 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas - Menjadi anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tidak hanya membutuhkan kemampuan fisik dan baris-berbaris. Para calon Paskibraka Kabupaten Banyumas 2026 juga ditempa dengan kedisiplinan, kepemimpinan, sopan santun, wawasan kebangsaan, dan nilai toleransi.
Pelatih Paskibraka Kabupaten Banyumas 2026, Raden Sutrisno Wibowo, dalam Dialog Purwokerto Menyapa, Jumat (7/8/26), mengatakan proses pembinaan dilakukan secara bertahap. Para peserta terlebih dahulu menjalani pradiklat untuk membangun fondasi fisik dan mental sebelum memasuki masa diklat.
Menurutnya, kondisi awal para peserta berbeda-beda sehingga pola latihan diberikan secara kontinu dan disesuaikan dengan perkembangan kemampuan mereka. Setelah fondasi terbentuk, peserta memasuki tahap diklat untuk mematangkan kemampuan yang telah dimiliki.
“Kalau di pradiklat kita masih memberikan kualifikasi atau grafik, dari bawah mulai naik-naik ke atas,” ujarnya.
Latihan tersebut diarahkan agar para calon Paskibraka siap menjalankan tugas pengibaran bendera pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Sutrisno menegaskan baris-berbaris tetap menjadi materi utama. Namun, latihan juga diarahkan pada pembentukan jiwa kepemimpinan dan karakter.
Para peserta dibekali adab dan sopan santun serta sikap saling menghargai. Mereka juga mendapatkan wawasan kebangsaan dan pemahaman ideologi Pancasila.
Menurut Sutrisno, pembentukan karakter penting karena para anggota Paskibraka nantinya tidak hanya bertugas dalam upacara. Mereka diharapkan dapat menjadi pionir dan memberikan pengaruh positif kepada adik kelas, keluarga, maupun lingkungan sekitar.
Proses pembinaan juga menekankan kedisiplinan dalam kehidupan sehari-hari. Peserta dibiasakan bangun lebih pagi, menjaga pola hidup, serta menjalankan kewajiban beribadah sesuai agama masing-masing.
Pelatih juga memberikan ruang bagi peserta untuk menjalankan ibadah sesuai keyakinan. Menurut Sutrisno, pembentukan disiplin harus tetap berjalan beriringan dengan pendekatan yang menyentuh hati dan nurani karena para peserta merupakan anak-anak yang sedang dibentuk menjadi pribadi yang memiliki prinsip dan tanggung jawab.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....