Triwulan I 2026: KPU Banyumas Catat 12.911 Pemilih Baru, 10.273 TMS
- 02 Apr 2026 21:38 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas: Dinamika data pemilih di Kabupaten Banyumas terus bergerak seiring proses pemutakhiran yang dilakukan secara berkala. Dalam Rapat Pleno Terbuka Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Triwulan I Tahun 2026, tercatat jumlah pemilih baru dan pemilih yang tidak memenuhi syarat (TMS) menunjukkan angka yang cukup signifikan.
Ketua Divisi Perencanaan, Data dan Informasi KPU Banyumas, Yasum Surya Mentari, menyampaikan bahwa pada triwulan pertama tahun ini terdapat 12.911 pemilih baru. Sementara itu, sebanyak 10.273 pemilih dinyatakan tidak memenuhi syarat, serta 9.252 data pemilih mengalami perbaikan.
Menurutnya, perubahan tersebut merupakan hal yang wajar karena data pemilih bersifat dinamis dan terus berubah mengikuti kondisi di lapangan, seperti perpindahan domisili, pemilih meninggal dunia, maupun perubahan status lainnya.
“Proses pemutakhiran ini kami lakukan untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas, agar data pemilih tetap akurat dan tidak ada warga yang kehilangan hak pilihnya,” ujarnya dalam rapat pleno, Kamis (2/4/2026).
Berdasarkan hasil rekapitulasi, total jumlah pemilih di Kabupaten Banyumas pada Triwulan I mencapai 1.433.372 orang. Mereka tersebar di 27 kecamatan dan 331 desa.
Sementara itu, Ketua KPU Banyumas, Rofingatun Khasanah, menegaskan bahwa pemutakhiran data pemilih merupakan amanat Undang-Undang Pemilu yang harus dilakukan secara berkelanjutan dengan mengacu pada data kependudukan.
KPU Banyumas juga menyediakan layanan pelaporan bagi masyarakat, termasuk terkait pemilih pindah domisili, pemilih pemula, perubahan data kependudukan, pemilih meninggal dunia, maupun perubahan status menjadi anggota TNI/Polri. Form lapor ini dapat diakses melalui link bit.ly/LaporPDPB_Banyumas.
“Kami berkomitmen memastikan data pemilih agar valid dan akurat dengan selalu berkordinasi dengan lembaga/instansi terkait dan juga melakukan Pencocokan data pemilih dengan mendatangi langsung guna memastikan keakuratan data pemilih,” ujar Rofingatun.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....