Seusai Idulfitri, Harga Gula Pasir di Purwokerto Masih Merangkak Naik

  • 01 Apr 2026 14:54 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas - Meski momen Lebaran telah usai, harga komoditas gula pasir di Pasar Manis, terpantau masih mengalami kenaikan. Berdasarkan pernyataan para pedagang, harga gula pasir mengalami kenaikan sejak lebaran hingga berakhirnya masa Idulfitri.

Tri Murni, salah satu pedagang sembako, mengatakan harga gula pasir curah mengalami kenaikan sekitar Rp500 secara berkala. Jika sebelumnya harga jual berada di angka Rp17.500 per kilogram, kini harganya telah menyentuh Rp19.000 per kilogram.

“Kondisi gula pasir setelah lebaran malah tiap hari naik hampir 500-an lah. Tadinya jual 17 ribu, sekarang sudah nyampe 19 ribu,” ujarnya saat diwawancarai RRI pada Rabu, (1/4/2026).

Senada dengan hal tersebut, Harti, karyawan salah satu kios sembako, mengatakan bahwa harga gula curah di kiosnya mengalami kenaikan hingga Rp1.000 per kilogram. Kenaikan sebesar Rp1.000 ini dinilai cukup tinggi bagi pedagang.

"Sekilonya biasanya cuma Rp17.000, sekarang jadi Rp18.000 untuk yang kiloan. Ini harganya masih segitu, belum turun. Kemarin puasa, lebaran, banyak yang butuh ya buat bikin roti dan lain-lain," katanya.

Meski harga terus naik, para pedagang mengonfirmasi bahwa pasokan dari distributor masih tergolong aman dan lancar.

Namun dari sisi permintaan, terdapat sedikit penurunan pasca Lebaran. Hal ini diduga karena masyarakat masih memiliki sisa stok gula dari bingkisan atau parsel lebaran.

“Minat pembeli agak turun sedikit. Mungkin masih pada punya gula nggih kalau habis lebaran kan ada parsel-parsel,” tuturnya.

Meski demikian, Harti mengatakan masyarakat tetap membeli komoditas ini meskipun dalam volume yang lebih kecil, seperti ukuran seperempat atau setengah kilogram. Ia berharap harga gula pasir dan kebutuhan pokok lainnya dapat segera stabil, sehingga tidak memberatkan pembeli maupun penjual. (Manda)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....