Makna Paskah Jadi Momentum Harapan dan Pembaruan Diri
- 01 Apr 2026 14:14 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto: Menyambut perayaan Paskah 2026, umat Kristiani diajak untuk kembali merefleksikan makna pengorbanan dan kebangkitan Yesus Kristus sebagai simbol harapan dan kehidupan baru. Hal tersebut disampaikan oleh pengurus GKI Martadireja, Pnt Rahel Fenina Debora.
Menurut Debora, secara pribadi Paskah dimaknai sebagai simbol pengharapan bagi setiap manusia. Ia menilai, dalam kehidupan sehari-hari, manusia tidak lepas dari kesalahan dan kerap kehilangan harapan.
Namun melalui pengorbanan hingga kebangkitan Kristus, terdapat pesan bahwa selalu ada kesempatan baru untuk bangkit dan menjalani hidup yang lebih baik. “Paskah menjadi simbol bahwa selalu ada harapan. Ada kesempatan baru yang diberikan kepada manusia untuk kembali menjalani kehidupan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Debora menyampaikan pesan khusus kepada generasi muda agar mampu memaknai Paskah sebagai momentum perubahan diri. Mengusung tema “mati bagi dosa, bangkit bagi Kristus, menjadi manusia baru”, ia menekankan bahwa setiap individu memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri, terlepas dari masa lalu yang pernah dijalani.
“Setiap orang punya kesempatan menjadi manusia baru di dalam Kristus. Selalu ada pengharapan bagi siapa pun,” ucapnya.
Dalam konteks kehidupan modern, nilai pengorbanan dan kebangkitan dinilai tetap relevan untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Debora mencontohkan, bentuk sederhana dari nilai tersebut adalah dengan saling berbagi dan memberi kepada sesama.
“Jika Kristus telah memberikan hidup-Nya, maka sudah sepatutnya kita juga memberikan hidup bagi sesama, dengan membantu dan menghadirkan harapan bagi orang lain,” katanya.
Ia juga menyoroti peran gereja, khususnya pelayanan kaum muda, dalam membangun semangat optimisme di tengah masyarakat. Melalui rangkaian masa Prapaskah selama 40 hari, umat diajak untuk melatih pengendalian diri, seperti berpuasa dan menahan diri dari berbagai godaan.
“Dari situ kita belajar menjadi pribadi yang lebih baik, mampu mengendalikan diri, dan menghayati makna kemenangan dalam Paskah,” ungkapnya.
Sehingga Debora berharap perayaan Paskah tahun ini dapat menjadi momentum bagi umat Kristiani untuk menjadi pribadi yang penuh harapan, sekaligus mampu membagikan kasih kepada sesama.
“Harapannya, kita semua bisa menjadi pribadi yang dikuatkan dan terus membagikan kasih Kristus, meskipun dalam keterbatasan,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....