BPBD Banyumas Waspadai Dampak El Nino 2026, Potensi Kekeringan Meningkat

  • 01 Apr 2026 09:10 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyumas mengingatkan potensi meningkatnya dampak fenomena El Nino pada tahun 2026, yang diperkirakan memicu kekeringan lebih panjang dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Mochmad Yunan Raenaldi dari Bidang Pencegahan BPBD Kabupaten Banyumas mengatakan, jumlah desa terdampak kekeringan berpotensi meningkat. Berdasarkan data sebelumnya, pada tahun 2023 terdapat sekitar 83 desa terdampak, sementara pada 2024 tercatat 73 desa.

“Untuk tahun 2026 ini diperkirakan bisa lebih dari 80 desa yang terdampak, karena efek El Nino yang cenderung berkepanjangan,” ujar Yunan.

Ia menjelaskan, indikator potensi kekeringan dilihat dari kondisi cuaca dan iklim, serta laporan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Peningkatan suhu dan berkurangnya curah hujan menjadi faktor utama yang menyebabkan berkurangnya debit sumber air.

Wilayah yang berpotensi terdampak kekeringan tersebar di bagian barat, timur, dan selatan Kabupaten Banyumas, meskipun daerah selatan relatif lebih jarang mengalami dampak berat.

“Dampak El Nino ini biasanya suhu menjadi lebih panas, debit air menurun, bahkan beberapa sumber air bisa mengering. Hal ini juga berdampak pada layanan air bersih, termasuk PDAM yang bisa mengalami kesulitan suplai,” jelasnya.

Menghadapi potensi tersebut, BPBD Banyumas telah menyiapkan sejumlah langkah mitigasi, salah satunya dengan menyiapkan armada distribusi air bersih. Saat ini tersedia empat tangki air dari BPBD, dua tangki dari PDAM, serta dukungan dari relawan seperti PMI. Selain itu, kendaraan operasional dan penampungan air di tingkat desa juga telah dipersiapkan.

Untuk memenuhi kebutuhan air bersih, sumber air akan diambil dari sejumlah titik, seperti PDAM Pabuaran, hidran di Patikraja, serta sumber air di Banjarpanepen.

BPBD memperkirakan dampak El Nino mulai dirasakan pada pertengahan April 2026. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk mulai menghemat penggunaan air sejak dini.

“Kami mengimbau masyarakat untuk bijak menggunakan air, karena potensi kekeringan ini bisa berlangsung cukup lama. BPBD bersama instansi terkait siap membantu suplai air bersih,” tambahnya.

BPBD Banyumas juga telah berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk instansi terkait dan relawan kebencanaan. Rapat koordinasi lanjutan bersama pemerintah daerah dijadwalkan berlangsung pada pertengahan April guna memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana kekeringan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....