Banyumas Rawan Bencana, PMI Diminta Perkuat Kesiapsiagaan

  • 31 Mar 2026 13:43 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas — Kabupaten Banyumas dinilai sebagai salah satu daerah dengan tingkat kerawanan bencana yang tinggi di Jawa Tengah. Kondisi tersebut mendorong Palang Merah Indonesia (PMI) setempat untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai potensi bencana.

Ketua PMI Provinsi Jawa Tengah, Sarwa Pramana, mengatakan ancaman bencana di Banyumas cukup beragam. Mulai dari aktivitas Gunung Slamet, tanah longsor, banjir, kekeringan, hingga kebakaran.

“Banyumas merupakan salah satu wilayah rawan bencana. Karena itu, PMI harus selalu siap siaga dalam merespons setiap kejadian,” ujarnya saat pelantikan Dewan Kehormatan dan Pengurus PMI Banyumas periode 2026–2031 di Pendopo Si Panji Purwokerto, Selasa (31/3/2026).

Dewan Kehormatan PMI Kabupaten Banyumas periode 2026-2031 diketuai dr Budhi Setiawan, sedangkan Pengurus PMI Kabupaten Banyumas periode 2026-2031 diketuai Nungky Harry Rachmat.

Selain ancaman bencana di dalam wilayah, posisi Banyumas juga dinilai strategis sebagai daerah penyangga jika terjadi bencana di wilayah sekitar. Salah satunya terkait potensi tsunami di Cilacap yang dapat memicu arus pengungsian ke Banyumas.

“Jika terjadi tsunami di Cilacap, masyarakat kemungkinan akan mengungsi ke Banyumas. Ini perlu kesiapan lintas wilayah karena bencana tidak mengenal batas administrasi,” kata Sarwa.

Dirinya menegaskan, dalam menghadapi kondisi tersebut, PMI harus mampu menjalankan perannya secara optimal, termasuk memperkuat sistem respons darurat dan memperluas jangkauan layanan hingga ke tingkat kecamatan.

Sementara itu, Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, menilai tingginya risiko bencana membuat peran PMI menjadi semakin vital. Terlebih, dalam berbagai kejadian, PMI kerap menjadi pihak pertama yang hadir di lokasi bencana.

“Dalam kondisi cuaca ekstrem dan dinamika sosial yang semakin kompleks, peran PMI menjadi semakin penting,” ujarnya.

Menurutnya, kesiapsiagaan tidak hanya soal respons saat bencana terjadi, tetapi juga mencakup penguatan organisasi dan koordinasi lintas sektor.Pemerintah Kabupaten Banyumas sendiri telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi, khususnya menghadapi musim kemarau dan potensi kekeringan.

Ketua PMI Banyumas periode 2026–2031, Nungky Harry Rachmat, menyatakan pihaknya siap menjawab tantangan kerawanan bencana tersebut dengan memperkuat sinergi bersama pemerintah daerah dan berbagai pihak.

“Kami siap bersama Pemkab Banyumas dalam penanganan berbagai persoalan, termasuk bencana. PMI akan terus hadir untuk kemanusiaan,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....