Moment Mudik, BMKG Waspadai Angin Kencang Cilacap

  • 28 Mar 2026 13:24 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat, khususnya para pemudik, untuk mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi di wilayah pesisir selatan Jawa. Termasuk pada wilayah Kabupaten Cilacap, selama periode mudik Lebaran.

Selain potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, BMKG mengungkapkan adanya ancaman lain berupa gelombang tinggi di perairan selatan Jawa. Hal tersebut disampaikan Forecaster BMKG Cilacap, Adnan Dendy M., S.Kom., M.Si.

"Tinggi gelombang diperkirakan berkisar antara 1,25 hingga 2,5 meter," ucapnya.

Kondisi tersebut dinilai Adnan cukup berisiko, terutama bagi masyarakat yang menggunakan transportasi laut maupun yang beraktivitas di kawasan pesisir, seperti wisatawan. BMKG menegaskan, kewaspadaan perlu ditingkatkan mengingat dinamika cuaca laut yang dapat berubah dengan cepat.

Tidak hanya itu, potensi angin kencang juga masih dapat terjadi di wilayah Cilacap dan sekitarnya. Fenomena ini umumnya dipicu oleh pertumbuhan awan Cumulonimbus, yakni awan berukuran besar, berwarna gelap, dan menjulang tinggi yang seringkali disertai kilat atau petir.

Awan jenis ini tidak hanya memicu hujan lebat, tetapi juga dapat menimbulkan hembusan angin kencang yang berpotensi membahayakan. Seperti halnya pohon tumbang maupun gangguan aktivitas di luar ruangan.

BMKG juga menyebutkan, kecepatan angin di wilayah perairan selatan Jawa berkisar antara 4 hingga 20 knot. Meski tergolong sedang, kondisi ini tetap perlu diwaspadai, terutama jika terjadi bersamaan dengan gelombang tinggi dan cuaca buruk.

Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi cuaca terkini melalui aplikasi resmi BMKG maupun rilis yang dikeluarkan secara berkala. Informasi harian terkait kondisi gelombang dan cuaca ekstrem akan terus diperbarui guna mendukung keselamatan masyarakat selama periode mudik.

"Dengan meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang Lebaran, kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi menjadi hal penting, terutama di wilayah pesisir seperti Cilacap yang rawan terdampak kondisi cuaca ekstrem," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....