Cuaca Ekstrem Picu Ketidakstabilan Harga Pangan

  • 28 Mar 2026 13:22 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas: Kondisi cuaca yang tidak menentu belakangan ini mempengaruhi kondisi dan kualitas komoditas pangan yang berdampak pada naik-turunnya harga pangan di pasaran. Sejumlah komoditas pangan diketahui mengalami perubahan harga yang cukup signifikan di beberapa pasar tradisional.

Perubahan harga tersebut dirasakan langsung oleh para pedagang di pasar tradisional, terutama pada komoditas pangan yang bergantung pada kondisi cuaca, seperti cabai dan sayur-sayuran. Hal ini diungkapkan oleh Sardi, salah satu pedagang sayuran di Pasar Wonokriyo, Gombong, Kabupaten Kebumen.

“Kalau musim hujan biasanya cepat busuk. Kalau sayur-sayuran kadang dari petaninya sibuk menyempatkan jadi harganya mahal, langka barangnya juga mahal,” ujar Sardi saat diwawancara RRI.

Harga cabai rawit yang sempat mencapai Rp30.000 per seperempat kilogram kini mulai turun menjadi Rp20.000, sementara cabai merah berada di kisaran Rp17.000 per seperempat kilogram. Harga tomat juga mengalami penurunan dari Rp30.000 menjadi Rp20.000 per seperempat kilogram.

Berbeda dengan cabai dan tomat, komoditas lain seperti sayuran hijau mengalami kenaikan harga. Bayam yang biasanya dijual Rp2.500 kini naik menjadi Rp4.000, sedangkan harga kangkung dari Rp5.000 naik menjadi Rp10.000.

“Ya tergantung cuacanya. Kalau cabai, kalau musim-musim hujan gini ya naik-turun lah,” katanya.

Sardi menuturkan, kondisi harga sayuran yang tidak stabil tersebut merupakan hal yang kerap terjadi karena komoditas sayuran sangat bergantung pada kondisi cuaca serta ketersediaan pasokan dari petani. Meski demikian, penjualan di pasar masih tergolong normal meskipun mengalami sedikit penurunan dibandingkan saat puncak permintaan Lebaran. (Aisha Rahmadanny)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....