Basarnas Cilacap Antisipasi Kecelakaan dan Bahaya Wisata Selama Lebaran
- 19 Mar 2026 12:27 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Cilacap: Selama masa mudik Lebaran 2026, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Cilacap telah menyiapkan sejumlah langkah untuk mengantisipasi potensi keadaan darurat di jalur pemudik. Berbagai pendekatan tersebut dilakukan guna memastikan keselamatan para pemudik selama perjalanan.
Kepala Basarnas Cilacap, Dr. Muhammad Abdullah, SH., MH., menyampaikan bahwa berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, terdapat dua jenis kejadian darurat yang paling sering terjadi selama periode mudik dan balik Lebaran. Kejadian darurat tersebut di antaranya kecelakaan lalu lintas serta kondisi membahayakan di kawasan wisata, khususnya perairan.
“Ada dua jenis operasi sehari yang sering terjadi pada kondisi lebaran. Yang pertama adalah kecelakaan dengan penanganan khusus. Yang kedua adalah kondisi membahayakan manusia atau kejadian kedaruratan di obyek wisata, khususnya obyek wisata perairan.” jelas Abdullah, Selasa (17/03/26).
Insiden di objek wisata pantai seperti tenggelam, terseret arus, hingga terbawa ombak menjadi perhatian serius. Guna mengantisipasi hal tersebut, Basarnas Cilacap menerapkan tiga pendekatan utama dalam memetakan titik rawan.
Pendekatan pertama ialah analisis data kejadian SAR tahun sebelumnya. Kedua, koordinasi intensif dengan berbagai pihak seperti pemerintah daerah, TNI, Polri, BPBD, hingga organisasi relawan.
Pendekatan terakhir, pengamatan langsung terhadap peningkatan aktivitas masyarakat di lokasi strategis seperti jalur transportasi utama, pelabuhan, terminal, stasiun, dan kawasan wisata. Dalam pelaksanaannya, Abdullah menilai koordinasi lintas instansi menjadi kunci utama.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....