Waspadai Lonjakan Gula Darah dan Kolesterol usai Santap Hidangan Lebaran

  • 12 Mar 2026 11:05 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto: Perayaan Hari Raya Idulfitri identik dengan berbagai hidangan khas seperti kue kering, makanan bersantan, serta minuman manis. Namun masyarakat diimbau untuk tetap menjaga pola makan agar tidak menimbulkan gangguan kesehatan setelah hari raya.

Dokter Umum PMI Kabupaten Banyumas, dr. Handika Rheza Alfianto, mengatakan bahwa masyarakat perlu tetap menerapkan pola hidup bersih dan sehat, termasuk dalam mengatur asupan makanan saat lebaran. Momen hari raya tidak seharusnya dijadikan alasan untuk mengonsumsi makanan secara berlebihan.

Ia menuturkan, salah satu jenis makanan yang perlu dibatasi adalah makanan manis, terutama kue kering yang umumnya mengandung kadar gula cukup tinggi. Konsumsi gula secara berlebihan dapat memicu lonjakan kadar gula darah atau glucose spike yang berpotensi mengganggu metabolisme tubuh.

“Pada saat Idulfitri biasanya tersedia banyak kue kering yang mengandung gula cukup tinggi. Konsumsinya perlu dibatasi agar tidak menimbulkan lonjakan kadar gula darah yang dapat berdampak kurang baik bagi kesehatan,” ujarnya, Kamis (05/03/26).

Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk membatasi asupan kalori. Hal ini karena tradisi bersilaturahmi saat lebaran yang seringkali membuat seseorang mengonsumsi makanan di banyak tempat dalam satu hari.

Kebutuhan cairan tubuh juga perlu mendapat perhatian khusus dengan mengonsumsi air putih sekitar 2,5 hingga 3 liter per hari. Kebutuhan cairan tersebut sebaiknya dipenuhi dari air putih, bukan dari minuman bersoda maupun minuman kemasan.

Masyarakat juga diimbau untuk membatasi konsumsi makanan tinggi kolesterol, santan, serta garam yang banyak ditemukan dalam hidangan lebaran. Konsumsi secara berlebihan dapat meningkatkan kadar kolesterol, trigliserida, hingga memicu kenaikan tekanan darah.

dr. Handika menambahkan, keluhan kesehatan yang kerap muncul setelah lebaran ialah gangguan lambung akibat meningkatnya asam lambung. Selain itu, dalam kondisi tertentu juga dapat memicu penyakit serius seperti stroke maupun serangan jantung, terutama pada masyarakat yang memiliki riwayat tekanan darah tinggi.

Sebagai langkah pencegahan, masyarakat disarankan untuk memperbanyak konsumsi sayur dan buah yang kaya serat, seperti selada, pepaya, pisang, alpukat, dan buah naga. Asupan protein juga tetap diperlukan, termasuk dari daging merah, namun tetap dalam jumlah yang proporsional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....