Purwokerto Alami Inflasi 0,78 Persen pada Februari 2026
- 10 Mar 2026 22:26 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas: Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Banyumas mencatat wilayah Purwokerto mengalami inflasi sebesar 0,78 persen secara month to month pada Februari 2026. Angka tersebut berbalik dari kondisi bulan sebelumnya yang mengalami deflasi.
Kepala BPS Kabupaten Banyumas, Fatichuddin, mengatakan inflasi pada Februari terutama dipicu oleh kenaikan harga sejumlah komoditas pangan.
“Pada Februari 2026, Purwokerto mengalami inflasi month to month sebesar 0,78 persen, berbeda dengan bulan sebelumnya yang mengalami deflasi,” ujarnya saat memaparkan perkembangan inflasi dalam High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Smartroom Purwokerto, Selasa (10/3/2026).
BPS mencatat lima komoditas dengan andil inflasi terbesar pada Februari 2026 di Purwokerto, yaitu daging ayam ras sebesar 0,14 persen, cabai rawit 0,13 persen, emas perhiasan 0,11 persen, bawang merah 0,07 persen, dan telur ayam ras 0,06 persen.
Sementara itu, tiga komoditas yang memberikan andil deflasi terbesar yaitu bensin sebesar -0,05 persen, wortel -0,01 persen, dan bawang putih -0,01 persen.
Fatichuddin menjelaskan, inflasi pada Februari 2026 terutama terjadi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang tercatat paling tinggi dibandingkan lima tahun terakhir.
Kondisi tersebut dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan masyarakat pada dua momentum besar, yakni libur bersama Tahun Baru Imlek pada minggu kedua Februari serta awal Ramadan pada minggu ketiga Februari.
Selain itu, tingginya intensitas hujan juga memengaruhi produksi hortikultura sehingga memicu kenaikan harga sejumlah komoditas pangan. Kenaikan harga beras juga terjadi secara merata di tingkat pedagang karena sebagian wilayah belum memasuki masa panen.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....