Warga Rawalo Gagalkan Rencana Perang Sarung, Tiga Remaja Diamankan Polisi

  • 09 Mar 2026 14:48 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas: Tiga remaja diamankan warga Desa Sanggreman, Kecamatan Rawalo, Kabupaten Banyumas, Minggu (8/3/2026) dini hari sekitar pukul 02.00 wib. Ketiganya diduga hendak melakukan aksi “perang sarung” dengan kelompok lain yang telah direncanakan sebelumnya.

Ketiga remaja tersebut masing masing berinisial NFG (17), LP (16), dan IAS (15). Mereka diketahui berasal dari wilayah Kecamatan Wangon dan Purwojati serta masih berstatus pelajar.

Kapolresta Banyumas Kombes Pol Petrus P. Silalahi, SH, SIK, MH, melalui Kapolsek Rawalo AKP Eddy Susianto, SH, menjelaskan bahwa peristiwa bermula saat salah satu remaja mendapat ajakan melalui telepon untuk melakukan perang sarung melawan kelompok dari Desa Sanggreman.

“Sekitar pukul 01.00 wib para remaja ini berkumpul di sekitar jembatan gantung Desa Tunjung, Kecamatan Jatilawang. Mereka kemudian berangkat ke Desa Sanggreman menggunakan dua sepeda motor dengan berboncengan tiga,” jelas AKP Eddy.

Sesampainya di area persawahan Desa Sanggreman sekitar pukul 02.00 wib, kelompok tersebut tidak menemukan lawannya. Mereka kemudian masuk ke area permukiman untuk mencari kelompok yang dimaksud. Namun keberadaan mereka justru diketahui warga.

Warga yang curiga kemudian meneriaki dan mengejar para remaja tersebut. Tiga orang berhasil diamankan bersama dua unit sepeda motor yang digunakan. Para remaja selanjutnya diamankan di rumah perangkat desa setempat sebelum akhirnya diserahkan ke Polsek Rawalo.

“Setelah menerima laporan dari warga, anggota langsung mendatangi lokasi dan membawa ketiga remaja beserta barang bukti ke Polsek Rawalo untuk dilakukan pemeriksaan dan pembinaan,” imbuhnya.

Dari tangan para remaja, petugas mengamankan dua unit sepeda motor masing masing Honda Beat dan Honda Vario yang tidak dilengkapi surat kendaraan, serta satu unit telepon genggam.

Kombes Pol Petrus Silalahi turut mengapresiasi kesigapan warga Desa Sanggreman yang berhasil mencegah potensi gangguan kamtibmas tersebut. “Kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang sigap dan peduli terhadap keamanan lingkungan. Peran aktif warga seperti ini sangat membantu kepolisian dalam mencegah terjadinya aksi yang dapat mengganggu ketertiban,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pihaknya akan memanggil orang tua para remaja untuk dilakukan pembinaan serta membuat surat pernyataan agar kejadian serupa tidak terulang.

''Para orang tua diimbau untuk lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak anaknya, terutama pada malam hari selama bulan Ramadhan, agar tidak terlibat kegiatan yang dapat mengganggu ketertiban masyarakat, hingga berujung pada pelanggaran hukum,” tegasnya.

Fenomena perang sarung sendiri kerap muncul saat Ramadhan dan berpotensi memicu tawuran maupun gangguan kamtibmas. Kami mengajak masyarakat untuk segera melaporkan jika menemukan aktivitas serupa di lingkungan mereka, tutupnya. (DSY)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....