Pengamat: Platform Streaming Buka Peluang Musisi Lokal Berkarya
- 09 Mar 2026 11:43 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas: Perkembangan platform streaming dinilai membawa perubahan besar bagi industri musik, termasuk bagi para musisi lokal. Melalui platform digital, musisi kini memiliki peluang lebih luas untuk memperkenalkan karya tanpa harus bergantung pada label rekaman besar.
Hal tersebut disampaikan Pengamat Musik Banyumas, Manunggal K. Wardaya. Menurutnya, hadirnya platform streaming berbasis internet membuat karya musik dapat dengan mudah disebarluaskan ke berbagai wilayah, bahkan hingga mancanegara.
Hal ini berbeda dengan masa sebelumnya ketika musisi harus bergabung dengan perusahaan rekaman agar karyanya bisa diproduksi dan didistribusikan secara luas. “Sekarang musisi bisa membuat studio sederhana di rumah, berkarya, lalu memperkenalkan karyanya ke dunia melalui platform digital dengan biaya yang relatif murah dan mudah,” ujarnya.
Ia menilai berbagai platform seperti YouTube maupun Spotify pada dasarnya memberikan kesempatan yang sama bagi siapa saja untuk mempublikasikan karya, selama memenuhi syarat yang berlaku. Namun, musisi juga dituntut memiliki kemampuan tambahan di luar aspek musikal.
Menurut Manunggal, musisi perlu memahami cara kerja platform digital, termasuk algoritma dan analisis data audiens. Hal tersebut penting untuk mengetahui siapa pendengar karya mereka, rentang usia pendengar, hingga waktu terbaik ketika konten musik paling banyak diakses.
“Musisi yang ingin serius menembus platform streaming harus memahami aspek teknis itu, karena sekarang bukan hanya soal musik, tapi juga strategi memanfaatkan teknologi,” katanya, menjelaskan.
Manunggal juga menyoroti perubahan pola konsumsi musik masyarakat sejak era streaming berkembang. Jika dahulu masyarakat menikmati musik melalui media fisik seperti kaset, piringan hitam, atau compact disc, kini sebagian besar pendengar mengakses lagu melalui platform digital.
Meski demikian, produk fisik masih tetap diminati, namun lebih sebagai bentuk memorabilia atau merchandise yang dibeli penggemar untuk mendukung musisi favorit mereka. Di sisi lain, persaingan di platform streaming juga semakin ketat karena jumlah karya yang beredar sangat banyak.
Pendengar dapat dengan mudah berpindah dari satu lagu ke lagu lainnya hanya dalam hitungan detik. Karena itu, Manunggal menilai musisi perlu memiliki strategi pemasaran yang tepat agar karya mereka dapat menarik perhatian pasar tanpa harus meninggalkan identitas artistiknya.
Ia juga menekankan pentingnya keberanian musisi lokal untuk mengangkat unsur kearifan lokal sebagai kekuatan utama dalam berkarya. Dalam konteks Banyumas, misalnya, penggunaan bahasa Banyumasan maupun tema budaya lokal dapat menjadi daya tarik tersendiri di tingkat global.
“Kelokalan justru bisa menjadi kekuatan. Tantangannya adalah bagaimana mengubah stereotip menjadi sesuatu yang menarik dan memiliki nilai bagi pendengar,” ujarnya.
Melalui momentum Hari Musik Nasional, Manunggal berharap para musisi lokal semakin percaya diri untuk terus berkarya, memanfaatkan teknologi digital. Sekaligus tetap menjaga identitas budaya dalam karya musik mereka.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....