BPBD Banyumas: Banjir Lumpur Terjang Wisata Baturaden

  • 02 Mar 2026 10:39 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas: Banjir lumpur yang terjadi di wilayah selatan Gunung Slamet berdampak pada sejumlah destinasi wisata di Kecamatan Baturaden, Kabupaten Banyumas. Peristiwa tersebut dipicu hujan berintensitas tinggi yang mengguyur kawasan tersebut pada akhir pekan lalu.

Staf Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Banyumas, Awal Sudiono, menjelaskan hujan deras terjadi pada Sabtu dan Minggu sore dengan durasi cukup lama. Kondisi itu menyebabkan debit air meningkat dan meluap ke sungai-sungai di sisi selatan Gunung Slamet.

“Curah hujan tinggi dengan durasi lama mengakibatkan air meluap dan terjadi banjir bandang yang membawa material pasir dan lumpur,” kata Awal.

Material tersebut kemudian menutup sejumlah lokasi wisata di wilayah Kecamatan Baturaden. Sementara itu, wilayah Kedungbanteng dan Cilongok dilaporkan tidak terdampak signifikan.

Menurut Awal, faktor utama penyebab banjir lumpur adalah intensitas hujan yang tinggi. Selain itu, kondisi kelerengan di wilayah hulu turut memicu terjadinya longsor di dasar sungai, sehingga memperparah aliran material saat banjir bandang terjadi.

Meski demikian, dari sisi risiko keselamatan, BPBD memastikan kondisi relatif terkendali. Aktivitas wisata disebut tetap berjalan dan tidak ada laporan korban maupun dampak signifikan terhadap wisatawan.

Dalam penanganan darurat, BPBD Banyumas mendatangi lokasi terdampak dan mengerahkan relawan serta forum pengurangan risiko bencana di tingkat desa. Hal itu dilakukan untuk membantu proses pembersihan dan normalisasi area wisata yang tertutup lumpur.

BPBD mengimbau pengelola wisata dan masyarakat di kawasan selatan Banyumas agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi. Wilayah tersebut saat ini dinilai rawan terhadap potensi banjir dan longsor.

“Untuk mencegah sepenuhnya memang sulit, tetapi yang bisa dilakukan adalah meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....