Kapolres Tegal Resmi Buka Lomba E-sport Antar Pelajar

  • 01 Mar 2026 19:55 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Tegal – Polres Tegal menggelar Lomba Esport Piala Kapolres Tegal sebagai upaya mendorong potensi generasi muda sekaligus menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif. Kegiatan secara resmi dibuka Kapolres Tegal AKBP Bayu Prasatyo pada Minggu (1/3/2026) pukul 11.00 WIB di GOR Indoor Trisnaja, Slawi.

Acara pembukaan dihadiri Wakapolres Tegal Kompol Iskandarsyah, perwakilan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, pejabat Disporapar, Plt. Kepala Dikbud, jajaran pejabat utama Polres Tegal, para Kapolsek, Ketua KONI Kabupaten Tegal, Ketua ESI Kabupaten Tegal Zaenal Mutaqin, panitia, serta 128 tim pelajar dari seluruh Kabupaten Tegal.

Ketua ESI Kabupaten Tegal, Zaenal Mutaqin, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh Kapolres Tegal dan jajaran terhadap perkembangan esport di daerah. Ia berharap turnamen ini menjadi wadah pembinaan atlet muda sekaligus mempererat silaturahmi antar pelajar.

Sementara itu, AKBP Bayu Prasatyo menegaskan bahwa esport saat ini telah menjadi cabang olahraga prestasi yang membutuhkan strategi tim, konsentrasi tinggi, serta menjunjung sportivitas.

“Turnamen ini bukan sekadar kompetisi, tetapi wadah menyalurkan bakat generasi muda ke arah positif, membangun kreativitas, serta mempererat persaudaraan. Saya berharap kegiatan ini dapat melahirkan atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama Kabupaten Tegal di tingkat regional maupun nasional,” ujarnya.

Pada turnamen tahun ini, panitia mempertandingkan dua gim populer, yakni Mobile Legends: Bang Bang yang diikuti 64 tim atau 320 peserta, serta Free Fire dengan 64 tim atau 256 peserta.

Kegiatan ini juga menjadi langkah preventif kepolisian dalam mengantisipasi potensi kenakalan remaja selama bulan Ramadan dengan mengarahkan pelajar pada aktivitas kompetitif yang positif dan edukatif.

Dalam sesi sosialisasi, jajaran Polres Tegal mengimbau para peserta untuk menjauhi narkoba, tidak menyalakan petasan, menghindari aktivitas yang berpotensi menimbulkan konflik, serta menjaga sportivitas selama perlombaan berlangsung. Selain itu, tradisi membangunkan sahur diimbau dilakukan secara tertib di tempat ibadah guna menjaga ketertiban umum. (Arif)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....