Warga Desa Banjarsari Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Longsor
- 23 Feb 2026 10:15 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto : Desa Banjarsari di Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas, merupakan wilayah yang memiliki karakteristik topografi berbukit dengan kemiringan lereng yang cukup curam. Kondisi geografis tersebut menjadikan kawasan ini memiliki potensi kerawanan terhadap bencana tanah longsor. Dalam beberapa tahun terakhir, kekhawatiran masyarakat terhadap ancaman longsor semakin meningkat.
Hal ini tidak terlepas dari perubahan kondisi lingkungan serta intensitas curah hujan yang tinggi. Situasi ini mendorong perlunya langkah nyata dalam memperkuat kesiapsiagaan masyarakat. Tidak hanya mengandalkan upaya struktural, pendekatan sosial juga menjadi hal penting. Oleh karena itu, warga RT 4 RW 6 Desa Banjarsari bersama pemerintah desa mulai mendorong upaya mitigasi berbasis partisipasi masyarakat.

Langkah awal dilakukan melalui kegiatan survei lapangan untuk mengidentifikasi tingkat kerawanan wilayah. Survei ini bertujuan memahami kondisi tanah, kemiringan lereng, serta pola pemukiman warga. Selain itu, observasi dilakukan untuk melihat potensi titik rawan longsor secara langsung.
Pemerintah desa turut dilibatkan dalam proses pengumpulan data. Warga juga memberikan informasi berdasarkan pengalaman mereka menghadapi musim hujan. Data yang terkumpul kemudian menjadi dasar dalam menentukan langkah mitigasi. Pendekatan ini memastikan bahwa strategi yang dirancang sesuai dengan kondisi nyata di lapangan.
Kegiatan selanjutnya dilakukan melalui wawancara dengan perangkat desa dan masyarakat setempat. Proses ini bertujuan menggali pemahaman warga terhadap risiko bencana. Selain itu, wawancara juga mengidentifikasi kebiasaan lokal yang dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari mitigasi.
Hasil wawancara menunjukkan bahwa sebagian warga masih memiliki pemahaman terbatas terkait tanda-tanda longsor. Hal ini menjadi perhatian utama dalam penyusunan program edukasi. Pendekatan berbasis komunikasi dipilih agar informasi lebih mudah diterima. Dengan demikian, program mitigasi tidak hanya bersifat teknis tetapi juga edukatif.
Diskusi kelompok terarah atau Focus Group Discussion (FGD) kemudian dilakukan sebagai ruang musyawarah bersama. Dalam forum ini, warga RW 4 dan RW 6 turut menyampaikan aspirasi mereka. Perangkat desa dan tokoh masyarakat juga ikut berperan aktif. Diskusi menghasilkan pemetaan risiko yang lebih komprehensif. Selain itu, masyarakat turut dilibatkan dalam merancang solusi mitigasi.
Partisipasi ini menumbuhkan rasa memiliki terhadap program yang dijalankan. Keterlibatan aktif warga menjadi kunci keberhasilan perencanaan. Salah satu fokus utama kegiatan adalah edukasi kebencanaan kepada masyarakat. Edukasi ini disampaikan melalui sesi pembelajaran interaktif. (KKN 005 Desa Banjarsari)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....