Keseimbangan Rasional dan Emosional Penting bagi Tiap Individu
- 20 Feb 2026 09:21 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto : Selama ini, stereotip gender sering kali membedakan karakteristik antara laki-laki dan perempuan secara kontras. Laki-laki sering dianggap sebagai sosok yang lebih rasional, sedangkan perempuan dilabeli sebagai sosok yang emosional.
Heny Kristiana Rahmawati, M.Pd.I. , dosen Bimbingan dan Konseling UNUGHA saat menjadi nara sumber Dialog Interaktif Pengarusutamaan Gender RRI Purwopkerto, mengatakan pada kenyataannya bahwa setiap individu memiliki keseimbangan antara rasionalitas dan emosionalitas.
.webp)
Dengan kesadaran diri dan keterampilan dalam mengendalikan emosi yang baik, keduanya bisa dikelola. Pengendalian emosi ini dapat dikelola secara sehat yaitu dengan cara mengenali perasaan, memahami penyebab, dan menanganinya dengan baik. Bukan sepenuhnya menjadi salah satu bawaan dari biologis, maskulinitas merupakan hasil dari konstruksi sosial.
“Beberapa contoh versi maskulinitas di masyarakat umum seperti laki-laki harus kuat, tidak boleh cengeng, menjadi pencari nafkah utama, tegas, dominan, rasional, serta tidak terlalu ekspresif secara emosional,” ungkapnya
Selain itu, feminitas yang sering kali menekan bagi perempuan adalah harus selalu tampil menarik, tidak boleh marah, harus selalu menjadi penenang untuk orang lain, mengorbankan diri demi dianggap baik, dan takut untuk menolak karena takut dianggap egois. Hal ini sering menjadi masalah, bukan karena feminitasnya, melainkan tuntutan dari sosial.
Dengan mematahkan stereotip ini, masyarakat baik laki-laki maupun perempuan dapat lebih terbuka dalam mengekspresikan emosi maupun menggunakan logika secara proporsional, tanpa merasa terbebani oleh label gender yang ada, karena rasional dan emosional menjadi hal yang penting untuk setiap individu. (Alin)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....