TMMD Brebes Perkuat Infrastruktur dan Kebersamaan Desa

  • 18 Feb 2026 11:03 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Brebes: Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127 Tahun 2026 resmi digelar di Kabupaten Brebes pada 10 Februari 2026. Program ini kembali menegaskan bahwa pembangunan desa tidak hanya soal membangun jalan dan talut, tetapi juga membangun kebersamaan dan kemandirian masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Kapten Arm Sukirno Komandan Koramil (Danramil) Paguyangan, Kodim 0713/Brebes. Ia menyatakan bahwa program TMMD ini bukan sekadar program pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga bentuk nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Menurutnya, TMMD menjadi wujud nyata kemanunggalan TNI dan rakyat. Program ini dirancang tidak hanya untuk memperbaiki infrastruktur, tetapi juga memperkuat ketahanan wilayah melalui keterlibatan aktif masyarakat.

“TMMD Reguler ke-127 ini bukan hanya pembangunan fisik semata, melainkan wujud nyata kemanunggalan TNI dan rakyat dalam mempercepat pembangunan di wilayah perdesaan serta memperkuat ketahanan wilayah,” ujarnya.

Di Desa Cikuyak, Kecamatan Banjaharjo, yang menjadi lokasi pelaksanaan TMMD Reguler ke-127, berbagai kegiatan fisik dilakukan. Di antaranya pembukaan dan pengerasan jalan, pembangunan talut, serta rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

Infrastruktur tersebut diharapkan mampu membuka akses ekonomi warga, terutama petani, agar lebih mudah mengangkut hasil pertanian. Perbaikan jalan usaha tani yang sebelumnya becek dan sulit dilalui kini memungkinkan kendaraan bermotor masuk hingga ke lahan pertanian.

"Hal ini berdampak pada efisiensi biaya angkut serta meningkatkan produktivitas warga," ucapnya.

Selain pembangunan fisik, TMMD juga menghadirkan program nonfisik yang berdampak jangka panjang bagi masyarakat. Kegiatan tersebut meliputi penyuluhan wawasan kebangsaan, bela negara, keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), kesehatan, pertanian, hingga pencegahan stunting.

"Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran dan kapasitas masyarakat agar lebih mandiri," kata Kapten Sukirno kembali.

Namun, pelaksanaan TMMD tidak lepas dari tantangan. Sasaran program yang umumnya berada di daerah terpencil dengan akses terbatas menjadi kendala tersendiri.

Material bangunan kerap harus diangkut secara manual karena kendaraan besar tidak dapat menjangkau lokasi. Dalam kondisi tersebut, TNI dan masyarakat bahu-membahu mengangkut material menggunakan gerobak maupun secara gotong royong.

Oleh karena itu, Kapten Sukirno menegaskan sinergi antara TNI, Pemerintah Kabupaten Brebes, dan masyarakat berjalan sangat baik. Pemerintah daerah mendukung dari sisi anggaran, sementara TNI menyediakan tenaga dan pelaksanaan teknis di lapangan.

"Pemerintah daerah memberikan dukungan anggaran, sementara TNI mengerahkan personel dan tenaga untuk memastikan program berjalan sesuai rencana," katanya.

Sehingga ia berharap masyarakat dapat menjaga dan merawat hasil pembangunan yang telah dicapai. Dengan demikian, manfaat TMMD tidak hanya dirasakan dalam jangka pendek, tetapi berkelanjutan untuk kemajuan desa.

“Kami berharap sarana yang sudah terbangun dari kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dapat dirawat dengan baik agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....