MUI Banyumas: Dakwah Digital Harus Menyejukkan

  • 15 Feb 2026 13:49 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas: Pelatihan dai di era media sosial tidak hanya menekankan kemampuan berbicara, tetapi juga etika dan kesejukan pesan di ruang digital. Prinsip dakwah santun dinilai penting agar konten keagamaan tidak memicu perpecahan di tengah derasnya arus informasi.

Pesan itu mengemuka dalam kegiatan “Pelatihan Dai dan Digitalisasi Dakwah” yang digelar MUI Kabupaten Banyumas di Aula Kementerian Agama Kabupaten Banyumas, Rabu (11/02/2026). Kegiatan menghadirkan Ketua Umum MUI Kabupaten Banyumas Taefur Arafat sebagai narasumber utama.

Dalam paparannya, Taefir menegaskan dakwah di ruang digital harus mengedepankan hikmah, nasihat yang baik, dan dialog santun. Menurutnya, cara penyampaian menjadi kunci agar pesan agama diterima luas tanpa menimbulkan konflik.

“Kunci dakwah adalah keikhlasan dan kesabaran. Kita harus menjadi teladan yang baik, sehingga Islam sebagai Rahmatan lil ‘Alamin bukan lagi sekadar slogan, tapi tercermin nyata dalam perilaku dan tutur kata kita,” ujarnya di hadapan peserta.

Ia mengingatkan para dai muda agar aktif mengisi ruang digital dengan pesan Islam yang menyejukkan. Di tengah cepatnya penyebaran informasi dan opini di media sosial, konten dakwah dituntut tidak reaktif dan tidak menghakimi.

Selain etika bermedia, penguatan karakter juga ditekankan sebagai fondasi pendakwah. Dai muda, menurut Taefur, perlu memiliki fisik yang sehat, mental tangguh, serta akhlak mulia agar dapat menjadi rujukan bagi generasi milenial dan Gen Z.

Penguasaan ilmu agama tetap menjadi syarat utama. Para peserta didorong terus memperdalam ilmu dasar keislaman, melakukan tafaqquh fiddin, serta meningkatkan kemampuan bahasa Arab minimal secara pasif sebagai bekal memahami sumber ajaran.

Ia juga mendorong lahirnya konten dakwah kreatif yang merangkul berbagai kalangan. Digitalisasi, menurutnya, dapat memperluas jangkauan dakwah selama tidak meninggalkan rujukan keilmuan yang kuat dan tradisi ulama.

“Jadikan media digital sebagai ladang amal untuk menebar kesejukan. Dakwah kita bukan untuk menghakimi, tapi untuk merangkul dan membawa manfaat bagi dunia,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....