Jelang Ramadan, Puluhan Anak Yatim di Banyumas Terima Santunan

  • 15 Feb 2026 13:38 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas: Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, berbagai pihak mulai melakukan persiapan penyambutan, termasuk lembaga sosial. Salah satunya Lembaga Amil Zakat Nasional Abulyatama yang menyalurkan santunan kepada 20 anak yatim berupa uang tunai dan paket sembako.

Santunan tersebut diberikan kepada anak yatim di Purwokerto sebagai bentuk kepedulian dan amalan yang dianjurkan, khususnya menjelang Ramadan. Kegiatan penyerahan bantuan dilaksanakan pada Kamis (12/2/2026), di The Garden Purwokerto, bertepatan dengan penyerahan Surat Keputusan Operasional perwakilan Jawa Tengah oleh Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah.

Ketua Laznas Abulyatama Jawa Tengah M Rizki Maulana menjelaskan bahwa santunan untuk anak yatim merupakan program rutin yang dijalankan hampir setiap bulan, dengan intensitas ditingkatkan menjelang Ramadan. Program ini ditujukan untuk membantu pemenuhan kebutuhan dasar anak yatim sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial masyarakat kepada kelompok rentan.

“Alhamdulillah hari ini kami menyalurkan santunan kepada 20 anak yatim berupa uang dan paket sembako yang selama ini menjadi binaan kami. Kegiatan ini hampir dilakukan setiap bulan, dan kali ini bertepatan menjelang Ramadan, semoga membawa pahala dan keberkahan bagi semua,” ujarnya.

Ia menambahkan, pada Ramadan mendatang pihaknya juga menyiapkan program Yatim Fest di wilayah Jawa Tengah dengan target melibatkan sedikitnya 250 anak yatim. Kegiatan akan dikemas dalam bentuk aktivitas menyenangkan, dilanjutkan pemberian santunan.

“Kami targetkan berlangsung saat Ramadan. Konsepnya belanja baju bersama lalu ditutup dengan buka puasa bersama,” tuturnya.

Peresmian kantor cabang Jawa Tengah diharapkan memperkuat peran Laznas Abulyatama di tingkat wilayah, khususnya dalam mengoptimalkan potensi zakat serta mendukung program pengentasan kemiskinan pemerintah daerah.

CEO Laznas Abulyatama Indonesia, Sudarmanto, menyebut pemilihan Purwokerto sebagai basis operasional dilakukan melalui pertimbangan kesiapan tim dan potensi daerah. Meski ibu kota provinsi berada di Semarang, hasil kajian menunjukkan Purwokerto lebih siap menjadi titik awal pengembangan.

“Pembukaan cabang di Jateng didasarkan pada analisis kondisi dan kesiapan tim. Awalnya kami mengarah ke Semarang, namun Purwokerto dinilai lebih siap dan memiliki potensi besar,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....