Pertunjukkan Barongsai Jadi Napas Baru Budaya Banyumas

  • 09 Feb 2026 15:34 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas: Seni Barongsai kini tidak lagi dipandang hanya sebagai ritual keagamaan warga Tionghoa, namun sudah bertransformasi menjadi warisan budaya milik bersama. Budi Rohadi, pengurus Klentheng Hok Tek Bio, menjelaskan bahwa pertunjukan barongsai merupakan sarana edukasi budaya bagi masyarakat luas.

“Kami berharap mereka pun bisa menikmati pertunjukan Barongsai ini sebagai suatu kesenian, suatu kesenian yang identik dengan istilahnya etnis Tionghoa,” ungkapnya saat di wawancarai oleh RRI, Senin (9/2/2026).

Nilai filosofi yang terkandung pada Barongsai sebagai pengusir energi negatif tetap dijaga, namun kini dikemas dalam balutan kreativitas modern. Yang dimana Barongsai memiliki makna spiritual yang mendalam sebagai media pembersih hawa jahat.

“Dulu memang sejarahnya Barongsai ini digunakan kami orang-orang Tionghoa untuk ritual suatu ibadah yang notabene dipercaya sebagai sarana untuk membuang hawa jelek,” ungkapnya

Seiring berkembangnya zaman, Barongsai telah di akui secara resmi sebagai salah satu cabang olahraga yang mengedepankan ketangkasan fisik. Transformasi ini membuat Barongsai semakin terbuka bagi siapapun yang ingin menekuni seni gerak ini tanpa memandang latar belakang.

“Perkembangan zaman sekarang apalagi Barongsai itu bukan hanya sekadar seni saja, tapi sudah masuk ke cabang olahraga,” ungkapnya

Kekompakan antara pemain depan dan belakang menjadi simbol nyata dari kerja sama dan kepercayaan yang kuat. Tanpa adanya ikatan emosional dan latihan yang rutin tidak akan tercipta gerakan Barongsai yang lincah dan energik dengan harmronis.

“Namanya permainan Barongsai kan juga butuh bonding ya antar pemain depan dan pemain belakang, itu kalau kita tidak sering latihan pasti akan lama-lama kaku,” ungkapnya.

Besarnya semangat para pemain menjelang Tahun Baru Imlek menunjukkan bahwa Barongsai bukan lagi sekedar tontonan, melainkan telah menjadi bagian yang tidak terpisahkkan dari kehidupan sosial di Banyumas. Khozni, sebagai pemain Barongsai menekankan bahwa semangat yang tinggi dari komunitas adalah kunci eksistensi agar tradisi ini tidak terkikis oleh zaman.

“Antusias pemain semua pada semangat Mbak, apalagi kan menjelang Imlek,” ungkapnya

Kehadiran Barongsai di ruang publik diharapkan dapat mempererat tali persaudaraan antar warga melalui seni yang menghibur. Harapannya agar dukungan masyarakat terus mengalir demi perkembangan seni tradisi ini di masa depan. (Rifka)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....