Harga Telur Ayam di Pasar Cerme Merangkak Naik

  • 09 Feb 2026 11:41 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas: Peningkatan harga bahan pangan mulai terlihat pada telur ayam di Pasar Cerme seiring dengan semakin dekatnya momentum bulan suci Ramadan. Kondisi ini dipicu oleh tingginya permintaan masyarakat serta adanya penyesuaian nilai jual dari tingkat pemasok di wilayah Cikidang.

Seorang pedagang telur, Erul menyebutkan bahwa, harga eceran saat ini telah menyentuh angka Rp27.500 per kilogram. Nilai tersebut menunjukkan kenaikan harga karena sebelumnya harga telur berada pada kisaran Rp25.500 per kilogram. 

"Harga telur naik drastis karena mau memasuki bulan puasa, saat ini harganya mencapai Rp27.500 per kilonya," ujar Erul.

Ketersediaan pasokan telur di Pasar Cerme dipastikan tetap mencukupi untuk memenuhi seluruh kebutuhan belanja warga meskipun harga sedang berada pada posisi tinggi. Para pedagang rutin mendatangkan stok dari luar daerah guna menjamin barang tidak mengalami kelangkaan saat puncak permintaan pasar tiba.

Erul menyampaikan, tokonya masih mampu menjual telur ayam hingga mencapai volume 15 peti dalam satu hari perdagangan di pasar. Telur ayam ras tetap menjadi pilihan utama bagi para pembeli karena harganya dinilai lebih kompetitif dibandingkan dengan jenis sumber protein lainnya.

Erul memprediksi bahwa pergerakan harga telur ayam ini kemungkinan besar masih akan terus mengalami tren kenaikan hingga menembus angka Rp30.000 per kilogram. Kenaikan diperkirakan akan terus berlanjut bahkan bisa lebih tinggi lagi seiring dengan semakin dekatnya hari raya Idulfitri di masa mendatang.

"Stok telur saat ini masih aman saja dan setiap harinya bisa habis terjual antara sepuluh sampai lima belas peti," jelas Erul.

Salah satu pembeli, Yuni menyampaikan, ia juga sangat merasakan dampak pada kenaikan harga telur dipasar cerme ini untuk kebutuhan rumah tangga. Ia menyiasati lonjakan harga tersebut dengan cara melakukan pembelian dalam skala kecil agar anggaran rumah tangga tidak membengkak.

Ia juga menambahkan bahwa, lebih memilih mengurangi pembelian dibandingkan hari biasanya. Ia berharap, harga telur segera turun ketika Bulan Ramadan tiba.

"Kalau harganya sedang naik begini, saya terpaksa mengurangi jumlah pembelian menjadi setengah atau seperempat kilogram saja," kata Yuni.(Iday/Liina).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....