Cipto Pujiharso: Irigasi Baik, Masyarakat Desa Makmur

  • 08 Feb 2026 12:14 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas - Anggota Komisi 2 DPRD Kabupaten Banyumas, Cipto Pujiharso, S.E., melaksanakan kegiatan reses tahun sidang kedua untuk menyerap aspirasi konstituen di wilayah Kebasen Jumat (6/2/2026) malam. Dalam pertemuan tersebut, masalah infrastruktur pertanian dan krisis air di lahan tadah hujan menjadi isu krusial yang disampaikan oleh warga.

​Aspirasi Pembangunan Desa

Cipto Pujiharso menyampaikan bahwa banyak masyarakat yang menghendaki sinergi lebih kuat dengan pemerintah daerah. Berbagai aduan yang muncul meliputi kebutuhan perbaikan jalan, peningkatan kualitas talud, serta sistem irigasi baik untuk sektor pertanian maupun peternakan.

​"Insyaallah saya sebagai anggota dewan akan mengawasi dari sisi budgeting. Apa yang menjadi keinginan masyarakat akan saya sampaikan dan mudah-mudahan bisa terealisasi demi kemakmuran desa," ujar Cipto.

​Mekanisme Usulan Melalui Musrenbangdes dan Pokir

Sesuai dengan bidang tugasnya di Komisi 2 DPRD Kabupaten Banyumas yang membidangi ekonomi dan keuangan (termasuk pertanian dan peternakan), Cipto menekankan pentingnya tertib administrasi dalam pengusulan pembangunan. Ia menjelaskan bahwa seluruh keinginan warga tersebut harus terlebih dahulu dilalui melalui proses Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes).

​Hasil dari Musrenbangdes tersebut nantinya akan menjadi dasar kuat bagi anggota dewan untuk memperjuangkannya melalui Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD, sehingga aspirasi warga memiliki payung hukum dan perencanaan yang jelas untuk dianggarkan.

Meski letak geografis Desa Kebasen sangat dekat dengan Bendung Gerak Serayu, para petani justru mengaku kesulitan mendapatkan air, terutama saat musim kemarau. Puryono, seorang petani setempat, mengungkapkan keprihatinannya atas kondisi sekitar 100 hektar lahan sawah yang masih bersifat tadah hujan dan tidak terjangkau aliran irigasi bendungan.

"Sewaktu kemarau kami sangat kekurangan air. Pengairan tidak cukup dan airnya tidak sampai ke petak sawah. Padahal kami dekat bendungan, tapi tidak bisa menikmati (airnya)," tutur Puryono.

Menanggapi masalah tersebut, para petani mengusulkan adanya bantuan pengadaan mesin pompa. Langkah ini dinilai sebagai solusi paling efektif untuk menarik air dari irigasi Bendung Gerak dan menyalurkannya langsung ke area persawahan warga yang selama ini kering saat musim panas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....