FGD BNN Cilacap Perkuat Pemetaan Potensi Desa Kuripan

  • 06 Feb 2026 09:41 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Cilacap: BNN Kabupaten Cilacap memfasilitasi kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka pemetaan potensi Sumber Daya Alam (SDA) dan Sumber Daya Manusia (SDM) di Desa Kuripan, Kecamatan Kesugihan, Kabupaten Cilacap. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya strategis BNN dalam mendukung program Pencegahan dan Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat.

Desa Kuripan dipilih sebagai lokasi kegiatan karena termasuk dalam kategori "WASPADA" berdasarkan Indeks Kawasan Rawan Narkoba serta pernah terjadi kasus narkotika pada tahun 2025. Kegiatan FGD dilaksanakan selama dua hari, yakni pada Rabu hingga Kamis, 4–5 Februari 2026, bertempat di Balai Desa Kuripan.

Kegiatan ini diikuti oleh 40 orang peserta yang terdiri dari instansi terkait, Forkompimcam, tokoh masyarakat, perangkat desa, unsur pemuda, serta perwakilan lembaga kemasyarakatan. Selain itu, kegiatan juga didampingi langsung oleh Tim 2 Direktorat Pemberdayaan Alternatif Deputi Bidang Pemberdayaan Masyarakat BNN RI, sebagai bentuk sinergi antara pusat dan daerah.

Pembukaan kegiatan dilakukan secara resmi oleh Kepala BNN Kabupaten Cilacap, Rudi Hartono. Dalam sambutannya, beliau menegaskan pentingnya peran masyarakat dalam upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkoba.

“Pemetaan potensi desa merupakan langkah awal untuk merancang program pemberdayaan yang tepat sasaran, berkelanjutan, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Jika ekonomi masyarakat kuat, maka ketahanan terhadap pengaruh narkoba juga akan semakin baik,” ujar Rudi Hartono.

Ia juga menambahkan bahwa pendekatan pemberdayaan merupakan strategi jangka panjang yang harus dilaksanakan secara konsisten. Menurutnya, keberhasilan program P4GN tidak hanya diukur dari penurunan angka kasus, tetapi juga dari meningkatnya kualitas hidup masyarakat di wilayah rawan narkoba.

Melalui forum FGD, para peserta diberikan ruang untuk menyampaikan pandangan, pengalaman, serta ide-ide kreatif terkait kondisi sosial dan ekonomi di Desa Kuripan. Diskusi berjalan secara partisipatif dengan pendekatan komunikatif yang dipandu oleh Ketua Tim 2 Direktorat Pemberdayaan Alternatif BNN RI, Mia Garmiaty.

“Kami ingin memastikan bahwa seluruh aspirasi masyarakat dapat terakomodasi sebagai dasar penyusunan program ke depan, sehingga program yang disusun benar-benar sesuai kebutuhan lapangan,” ungkapnya.

Hasil diskusi menunjukkan bahwa Desa Kuripan memiliki potensi di bidang pertanian, peternakan, perikanan darat, serta usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Selain itu, masyarakat juga memiliki semangat gotong royong yang tinggi, yang menjadi modal sosial penting dalam pelaksanaan program pemberdayaan.

Potensi ini perlu dikelola secara optimal agar dapat meningkatkan ketahanan sosial masyarakat terhadap pengaruh negatif narkoba. Para peserta juga menyampaikan berbagai tantangan yang dihadapi, seperti keterbatasan akses permodalan, minimnya pelatihan keterampilan, serta kurangnya pendampingan usaha.

Permasalahan tersebut menjadi bahan kajian bagi BNN dan instansi terkait dalam merumuskan program lanjutan. Melalui kegiatan ini, BNN Kabupaten Cilacap berharap dapat memperoleh data awal yang komprehensif mengenai kondisi desa.

Data tersebut akan digunakan sebagai dasar penyusunan program intervensi yang terintegrasi dengan kebijakan pembangunan desa. Dengan demikian, upaya pencegahan narkoba tidak hanya dilakukan melalui penegakan hukum, tetapi juga melalui peningkatan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....