Penulis Tuli Banyumas Dobrak Stigma Melalui Karya Literasi

  • 05 Feb 2026 14:46 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas: Banyumas International Literacy Festival (BIL FEST 2026) menjadi wadah dalam peluncuran buku yang menyentuh hati berjudul "Catatan Belle Dunia Tuli dan Aku" pada Rabu (4/2/2026). Bertempat di Gramedia Rita Supermall, karya ini ditulis oleh Aulia Nabila F.A.L dengan nama pena Belle, seorang penulis dari komunitas Batir Isyarat Banyumas.

Buku ini hadir sebagai upaya untuk membuka mata masyarakat mengenai realitas kehidupan di Dunia Tuli yang sering kali luput dari perhatian. Penulis ingin memberikan perspektif baru agar masyarakat tidak lagi memberikan stigma atau asumsi sembarangan terhadap teman Tuli.

"Bella ingin buku ini berbicara tentang Tuli. Jadi sebetulnya aku ingin memberikan perspektif yang baru," ujar Belle dengan didampingi juru bahasa isyarat.

Melalui narasi yang disusun berdasarkan pengalaman pribadi, Belle berusaha mengedukasi pembaca dengan cara yang lebih mudah dipahami dibandingkan sekadar teori. Ia berharap langkah ini dapat memantik keberanian generasi Tuli lainnya untuk mulai berbagi cerita melalui tulisan.

Selama ini, literatur mengenai Dunia Tuli lebih banyak didominasi oleh sudut pandang Teman Dengar, sehingga kehadiran buku ini dianggap sebagai pemantik perubahan. Hal tersebut penting untuk memangkas rasa sungkan yang sering dirasakan masyarakat umum saat ingin berinteraksi dengan komunitas Tuli.

"Jadi Belle ingin buku ini bisa menjadi semacam pemantik untuk lahirnya buku-buku tentang Tuli lainnya yang ditulis juga oleh Teman Tuli, bukan oleh Teman Dengar saja," ucapnya

Dalam isi bukunya, Belle secara jujur menceritakan perjalanan mencari jati diri serta pengalaman diskriminasi yang pernah ia alami di masa lalu. Baginya, menceritakan sejarah kehidupan Tuli adalah cara untuk memberikan pelajaran agar mata rantai diskriminasi atau audisme dapat diputus sepenuhnya.

Kehadiran buku ini juga ditujukan untuk memberikan penguatan mental bagi teman-teman Tuli di Banyumas yang mungkin masih merasa takut untuk bersosialisasi. Belle menegaskan bahwa identitas sebagai teman Tuli bukanlah hambatan untuk terus berkarya dan memiliki hak yang setara dalam kehidupan bermasyarakat.

"Alasan aku tetap ingin menulis adalah agar orang-orang sadar bahwa apa yang aku alami itu nyata, bukan cerita fiktif," ucap Belle.

Dukungan hangat pun datang dari Pemerintah Kabupaten Banyumas melalui kehadiran Kepala Bidang Perpustakaan Dinas Arpusda, Fuad Zein Arifin. Ia merasa terharu dan bangga atas pencapaian luar biasa yang ditunjukkan oleh Belle melalui karya tulisnya yang sangat menginspirasi.

Dinas Arpusda Banyumas secara terbuka mengundang komunitas Batir Isyarat Banyumas untuk berkolaborasi dan berkegiatan di perpustakaan daerah di masa mendatang. Hal ini bertujuan agar literasi inklusif semakin dikenal luas dan hak-hak teman Tuli untuk mendapatkan akses informasi semakin terpenuhi.

"Mudah-mudahan nanti karya-karya Mbak Belle ini bisa didokumentasikan di Dinas Arpusda Banyumas agar rekan-rekan yang lain bisa melihat pengalaman Mbak Belle melalui buku ini," kata Fuad dengan penuh harap. (Vera Purmadani Fitria)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....