BPS Purbalingga Canangkan Program Desa Cantik 2026
- 04 Feb 2026 16:37 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purbalingga: Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Purbalingga mencanangkan Program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) Tahun 2026 sekaligus menggelar Focus Group Discussion (FGD) Standar Pelayanan Publik di Aula Politeknik Madyatika, Rabu (4/2/2026). Program ini bertujuan memperkuat kualitas data dari tingkat desa agar pembangunan lebih tepat sasaran dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Kepala BPS Kabupaten Purbalingga Slamet Romelan mengatakan, pada 2026 program Desa Cantik akan dilaksanakan di tiga desa dan kelurahan di Kecamatan Kalimanah, yakni Desa Bebakan, Desa Kalimanah Wetan, dan Kelurahan Kalikabong. Jumlah tersebut meningkat dibanding tahun-tahun sebelumnya yang hanya menyasar satu desa sejak program ini dimulai pada 2021.
“Program ini bukan hanya administratif, tetapi langkah nyata untuk menempatkan desa sebagai pelaku pembangunan, bukan sekadar objek,” ujarnya.
Ia menegaskan, semangat Satu Data Indonesia menuntut setiap kebijakan, termasuk di tingkat desa, harus berbasis data yang akurat dan mutakhir. Oleh karena itu, BPS akan melakukan pendampingan intensif kepada aparatur desa, mulai dari peningkatan literasi statistik, pengelolaan dan standarisasi data, hingga pemanfaatan teknologi informasi.
“Aparatur desa dan kelurahan tidak hanya mengumpulkan data, tetapi juga diharapkan mampu memahami, mengelola, hingga mendiseminasikan informasi secara benar. Standarisasi data akan diselaraskan dengan standar nasional agar dapat dimanfaatkan pemerintah pusat dan daerah,” katanya.
Selain pendampingan, BPS Kabupaten Purbalingga juga menyediakan layanan perpustakaan statistik, rekomendasi statistik, serta konsultasi statistik bagi masyarakat dan pemangku kepentingan. BPS juga menghadirkan aplikasi Sigma yang dapat diunduh melalui gawai untuk memudahkan akses data kapan saja.
Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan dan Kemasyarakatan Tri Gunawan Setiadi, yang hadir mewakili Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif, berharap kegiatan ini mampu meningkatkan kapabilitas statistik aparatur desa sehingga perencanaan pembangunan menjadi lebih terarah.
“Dengan meningkatnya literasi dan partisipasi statistik, kualitas data akan semakin komprehensif dan akurat sehingga kebijakan benar-benar berbasis data dan riset,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, BPS juga menyerahkan piagam penghargaan dari Kepala BPS RI kepada Desa Kebutuh, Kecamatan Bukateja, yang pada 2025 masuk delapan besar Desa Cantik terbaik di Jawa Tengah. Capaian ini diharapkan dapat memotivasi desa lain untuk memperkuat tata kelola data demi pelayanan publik dan pembangunan yang lebih tepat sasaran.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....