PGRI Banyumas Susun Strategi Hadapi Tantangan Era Digital

  • 02 Feb 2026 15:25 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas: Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Banyumas mulai menyiapkan langkah strategis untuk menghadapi tantangan pendidikan di era perubahan generasi dan perkembangan zaman. Upaya tersebut dibahas dalam Konferensi Kerja Tahun Pertama Masa Bakti XXIII PGRI Banyumas yang digelar di Gedung Guru Banyumas, Kamis (29/1/2026).

Konferensi kerja ini dihadiri Wakil Bupati Banyumas Lintarti, Kepala Dinas Pendidikan Banyumas Joko Wiyono, Ketua PGRI Banyumas Sarno, pengurus PGRI provinsi, serta perwakilan pengurus cabang dan cabang khusus se-Kabupaten Banyumas.

Ketua Panitia Konferensi, Kasiyanto, mengatakan pertemuan tersebut merupakan forum penting organisasi di bawah Kongres Kabupaten yang mempertemukan seluruh unsur pengurus untuk mengevaluasi dan menyusun arah program.

“Pertemuan ini merupakan forum organisasi penting di bawah Kongres Kabupaten yang mempertemukan seluruh pengurus cabang dan cabang khusus se Kabupaten Banyumas,” ujar Kasiyanto.

Baca juga: Pemkab Banyumas Jaring Aspirasi untuk Rencana Pembangunan 2027

Konferensi mengusung tema Guru Hebat Indonesia Kuat dengan agenda utama evaluasi kinerja organisasi selama Januari–Desember 2025 serta penyusunan rencana kerja Januari–Desember 2026. Selain itu, forum juga merumuskan sikap dan strategi organisasi dalam merespons persoalan pendidikan dan dinamika situasi terkini.

Kepala Dinas Pendidikan Banyumas Joko Wiyono menekankan pentingnya langkah konkret organisasi guru dalam menjawab perubahan zaman yang kini didominasi generasi milenial dan generasi digital. Menurutnya, organisasi profesi harus mampu merespons dinamika dengan kebijakan yang relevan dan menyentuh kebutuhan anggota.

“Organisasi diharapkan mampu merespons berbagai dinamika kebangsaan dengan kebijakan yang relevan dan menyentuh kebutuhan anggota,” tutur Joko Wiyono.

Ia mendorong PGRI menjadi “Rumah Kerja” bagi para guru, yakni ruang diskusi yang nyaman untuk memecahkan persoalan pendidikan, tempat mengembangkan potensi, serta pendorong lahirnya inovasi pembelajaran yang adaptif.

Baca juga: Sambut HUT Ke-455, Pemkab Banyumas Hapus Denda PBB-P2

“Menghadapi tantangan masa depan, kapasitas guru perlu terus ditingkatkan agar tetap menjadi sosok yang penuh dedikasi bagi masyarakat,” ujar Joko.

Menurut Joko, PGRI juga perlu menjaga komunikasi lintas generasi dan bersikap fleksibel agar tetap relevan serta tidak kaku. Sikap tersebut dinilai penting untuk memperkuat sinergi dengan lingkungan dan pemerintah daerah dalam memajukan pendidikan.

Sementara itu, Wakil Bupati Banyumas Lintarti menyebut konferensi kerja bukan sekadar agenda rutin, tetapi ruang menyelaraskan langkah bersama dalam menjawab tantangan pendidikan.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara organisasi guru, sekolah, orang tua, dan masyarakat agar peningkatan kualitas pendidikan dapat berjalan lebih efektif.

“Masa depan pendidikan ada di tangan Bapak dan Ibu Guru. Peran bapak dan ibu guru sangat luas untuk membimbing anak-anak kita menghadapi masa depan,” ungkap Lintarti.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....