Harga Cabai Rawit Petani Stabil Meski Produksi Tertekan
- 02 Feb 2026 14:31 WIB
- Purwokerto
RRI. CO.ID, Banyumas: Harga cabai rawit di tingkat petani dalam akhir pekan ini terdapat kenaikan meski tak signifikan. Kondisi dianggap Rangga salah satu petani muda sebagai pembantu pendapatan petani yang selama ini bergantung pada pasang surutnya harga pasar.
“Untuk harga di cabai rawit di kalangan petani itu satu minggu terakhir ini memang harganya lumayan bagus, itu di angka kepala 5,” ucap Rangga.
Kenaikan ini sempat menyentuh angka tertinggi dalam beberapa hari sebelumnya yakni di angka Rp58 ribu, sampai akhirnya sedikit stabil di angka yang masih tergolong tinggi bagi produsen yaitu Rp55 Ribu. Meski terdapat sedikit penurunan, harga saat ini masih dianggap Rangga sangat ideal.
“Sempat di beberapa hari kemarin tembus di angka 58. Tapi untuk rata-rata harga di angka 53 sampai 55,” ucapnya kembali.
Rangga menyatakan bahwa di balik harga yang tinggi, para petani harus berhadapan mengenai jumlah produksi yang tidak mencapai target maksimal. Cuaca yang tidak mendukung menjadi ppenyebab utama yang membuat pertumbuhan tanaman cabai menjadi terhambat.
“Kondisi hasil panennya memang beberapa petani maupun kebanyakan agak kurang maksimal karena kondisi cuaca,” katanya.
Akibat cuaca yang tidak menentu menjadi dampak langsung pada kesehatan tanaman cabai di lahan petani. Kelembapan atau perubahan suhu yang ekstrem mmemicu munculnya berbagai gangguan tanaman yang sulit dikendalikan.
“kondisi cuaca menjadi salah satu faktor serangan hama penyakitnya juga lumayan jadi bertambah,” kata Rangga.
Menanggapi situasi ini, para petani terpaksa mengubah strategi perawatan dengan bekerja jauh lebih keras dari biasanya. Langkah yang dilakukan petani dengan cara memperketat jadwal pemeliharaan agar tanaman tetap bertahan hingga masa panen.
“Cara mengatasinya ya kami tentunya harus bekerja ekstra keras ya antara pencegahan kemudian ketika ada serangan segera ada pengobatan dan pemulihan," ujarnya.
Perawatan yang bersifat rutin kini diubah menjadi lebih intensif dengan pemantaun yang dilakukan setiap saat untuk menguramgi risiko gagal panen. Di tengah biaya operasional yang cukup tinggi akibat perawatan ekstra, besar harapan petani agar cabai di pasar tidak mengalami penurunan untuk menjadi modal masa tanam berikutnya. (Rifka)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....