Bantu Warga Terdampak Bencana, Unsoed Hadir di Purbalingga

  • 02 Feb 2026 09:54 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas: Sebagai wujud nyata pengabdian kepada masyarakat, Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) melalui Tim Kesiagaan Bencana terlibat aktif dalam penanganan tanggap darurat pascabencana banjir bandang dan tanah longsor di Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga. Komitmen tersebut disampaikan Ketua Tim Kesiagaan Bencana Unsoed, Dr. Dyah Susanti, SP., MP., dalam pemaparan yang dipandu Ir. H. Alief Einstein, M.Hum., dari kafapet-unsoed.com, Sabtu (31/1/2026).

Dr. Dyah menjelaskan, pada Kamis (29/1/2026), Unsoed menggelar layanan medis bagi 310 warga terdampak bencana. Layanan tersebut meliputi skrining kesehatan, pemeriksaan, serta tindakan medis oleh dokter spesialis, dokter umum, dan dokter gigi, disertai pemberian obat gratis sebagai tindak lanjut pengobatan.

Kegiatan kemanusiaan yang dipusatkan di Posko Bencana Serang Purbalingga itu dipimpin oleh dr. Muhamad Zaenuri Syamsu Hidayat, Sp.KF., M.Si.Med. Kegiatan ini bertujuan memperoleh gambaran umum kondisi kesehatan masyarakat terdampak sekaligus memberikan layanan sesuai kebutuhan untuk menekan risiko gangguan kesehatan lanjutan di lokasi evakuasi.

Menurut Dr. Dyah, kondisi serba terbatas serta aktivitas massal dalam jangka waktu panjang di tempat pengungsian meningkatkan risiko munculnya berbagai penyakit. Anak-anak dan lansia menjadi kelompok paling rentan, terutama terhadap penyakit kulit dan gangguan pernapasan akibat lingkungan yang kurang mendukung.

Selain layanan kesehatan fisik, Tim Kesiagaan Bencana Unsoed juga melakukan asesmen psikologi terhadap warga terdampak. Langkah ini dilakukan untuk mengobservasi tingkat trauma yang dialami masyarakat serta menentukan bentuk trauma healing yang dibutuhkan.

Bantuan logistik turut disalurkan berupa makanan bergizi, obat-obatan, paket kebersihan diri, dan pembalut. Seluruh bantuan diberikan langsung di lokasi evakuasi warga, yakni Villa Sambas dan Villa Serang, guna memastikan distribusi tepat sasaran dan merata.

Antusiasme warga terlihat selama kehadiran tim medis yang terdiri atas dokter muda, dokter umum, psikolog, dokter gigi, dan dokter spesialis berbagai bidang. Tim medis tersebut dikoordinasikan oleh dr. Lily Kusumasita Burkon, M.K.K., dengan melibatkan sejumlah dokter spesialis, psikolog, serta tenaga kesehatan profesional lainnya.

Berbagai pihak turut mendukung kegiatan layanan kesehatan ini, di antaranya Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran Unsoed, Ikatan Alumni Medika Undip, Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Purbalingga, Kafia Snack, serta R.M. Mbok Sarun Purbalingga. Dukungan lintas sektor ini memperkuat efektivitas penanganan kesehatan di lapangan.

Pada hari yang sama, Tim Kesiagaan Bencana Unsoed juga melakukan survei di titik longsor dan banjir untuk memperoleh gambaran komprehensif mengenai penyebab serta potensi risiko lanjutan. Hasil survei tersebut menjadi dasar ilmiah bagi upaya mitigasi, penanganan tanggap darurat, dan pemulihan pascabencana, yang kemudian dipaparkan dalam diskusi bersama Forkopimda Kabupaten Purbalingga.

Sebagai penutup, Dr. Dyah menyampaikan bahwa selama satu bulan ke depan Unsoed masih akan melaksanakan kajian kebencanaan di lokasi terdampak. Melalui kerja sama pentahelix antara akademisi dan berbagai pemangku kepentingan, Unsoed berharap dapat memberikan kontribusi ilmu pengetahuan dan teknologi untuk percepatan penanganan bencana serta mengurangi risiko jika terjadi bencana susulan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....