Pelatihan Kerja Dorong Masa Depan Anak Tidak Sekolah
- 30 Jan 2026 11:25 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas: Keterlibatan dunia usaha dinilai memiliki peran penting dalam mengatasi persoalan anak tidak sekolah atau anak putus sekolah (ATS) di Kabupaten Banyumas. Melalui program kursus dan pelatihan keterampilan, anak-anak putus sekolah didorong agar siap memasuki dunia kerja dan memiliki masa depan yang lebih baik.
Direktur Jolly Roger International Purwokerto, Bambang Irwanto, mengatakan persoalan anak tidak sekolah merupakan tanggung jawab bersama seluruh pemangku kepentingan, tidak hanya pemerintah. Menurutnya, dunia usaha juga memiliki tanggung jawab sosial dalam penanganan ATS.
“Persoalan anak tidak sekolah adalah persoalan kita bersama. Maka sebenarnya bukan hanya dunia usaha, tapi semua stakeholder yang berkepentingan harus punya social responsibility terhadap permasalahan ini,” ujar Bambang.
Ia menjelaskan, Jolly Roger International telah menjalin kerja sama dengan pemerintah di wilayah-wilayah yang menjadi kantong anak tidak sekolah. Bentuk dukungan yang diberikan antara lain fasilitas pendidikan, surat rekomendasi, hingga kemudahan akses ke lembaga keuangan bagi peserta pelatihan.
Bambang menambahkan, salah satu keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja saat ini adalah bidang hospitality. Sektor ini dinilai memiliki peluang besar karena selaras dengan budaya masyarakat dan kebutuhan industri jasa.
“Kita mengemas keterampilan dasar seperti kebersihan dan pelayanan agar lebih profesional dan punya nilai tambah, sehingga bisa diterima dunia kerja,” katanya.
Saat ini, sekitar 50 peserta telah mengikuti program pelatihan Jolly Roger International Purwokerto. Sebagian di antaranya direncanakan mulai bekerja dan magang, termasuk ke luar negeri, pada Maret mendatang. Bambang berharap anak-anak putus sekolah tetap optimistis dan terus mengasah keterampilan karena pendidikan nonformal juga membuka peluang masa depan yang cerah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....