KAPA-N SMKN 1 Purwokerto Ajak Pelajar Perangi Narkoba

  • 29 Jan 2026 11:52 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto: Duta KAPA-N (Kesatuan Aksi Pelajar Anti Narkoba) SMKN 1 Purwokerto melakukan wawancara eksklusif di kantor RRI Purwokerto pada Kamis, (29/1/2026). Dalam kesempatan tersebut, Nur Syifa menjelaskan peran penting organisasinya dalam memerangi penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekolah.

Organisasi ini bekerja sama erat dengan pihak BNN untuk menjalankan visi dan misi pencegahan narkotika. Syifa menegaskan bahwa fokus utama mereka adalah mengedukasi rekan sebaya agar tidak terjerumus ke dalam lingkaran gelap narkoba.

"Tugasnya tertera pada visi misi kami, yang intinya itu untuk memerangi penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekolah gitu sih, Kak," ujar Syifa.

Remaja dianggap sangat rentan menjadi target penyalahgunaan karena kondisi emosi yang cenderung masih belum stabil. Kurangnya kemampuan dalam memilih pergaulan yang benar membuat mereka mudah goyah oleh pengaruh eksternal yang negatif.

Tantangan terbesar yang dihadapi pelajar saat ini adalah kuatnya hasutan teman sebaya dalam pergaulan sehari-hari. Rokok sering kali menjadi pintu masuk awal karena adanya tekanan sosial agar dianggap keren oleh kelompoknya.

"Alasan utamanya saat saya pernah sosialisasi di sekolah-sekolah itu karena teman-teman biasanya dipengaruhi oleh satu teman lainnya," jelasnya.

Langkah konkret yang dilakukan KAPA meliputi sosialisasi rutin ke berbagai sekolah sebanyak dua hingga tiga kali setahun. Khusus di lingkungan internal sekolah, mereka mengadakan edukasi rutin setiap hari Kamis untuk memperkuat benteng pertahanan siswa.

KAPA menggunakan metode Konselor Sebaya agar pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik tanpa kesan menggurui. Pendekatan antar remaja ini terbukti lebih efektif karena adanya kedekatan psikologis dan bahasa yang setara.

"Kami menggunakan metode yang namanya Sebaya, Konselor Sebaya, karena biasanya jika dilakukan oleh teman seusianya itu pasti akan lebih dimengerti," ungkap Syifa.

Kolaborasi dengan BNN Kabupaten Banyumas terus dijalin untuk mendukung efektivitas program sosialisasi di lapangan. Kehadiran duta pelajar dalam kegiatan BNN bertujuan agar materi pencegahan narkoba lebih relevan dengan gaya hidup anak muda.

Bagi pelajar yang mulai menunjukkan gelagat negatif, pendekatan hati ke hati sangat disarankan sebelum mengambil tindakan lebih lanjut. Pihak sekolah siap memfasilitasi komunikasi dengan guru BK maupun pihak BNN jika memang diperlukan langkah rehabilitasi.

"Jadi yang pertama harus dilakukan itu kita harus dekat secara hati atau pendekatan istilahnya psikologis," tambahnya.

Syifa berpesan agar para pelajar tetap produktif dan mengejar prestasi guna menghindari keinginan mencoba hal-hal negatif. Kesibukan yang bermanfaat di sekolah akan memberikan motivasi kuat untuk menjaga diri demi masa depan yang lebih cerah. (Muhamad Saepul Saputra)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....