Pemkab Purbalingga Percepat Pemulihan Pascabencana
- 29 Jan 2026 07:30 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purbalingga - Pemerintah Kabupaten Purbalingga terus mempercepat pemulihan infrastruktur pascabencana banjir bandang dan longsor dengan mengerahkan alat berat di sejumlah titik terdampak. Upaya ini dilakukan untuk membuka kembali akses jalan, membersihkan material longsor, serta menormalkan alur sungai yang sempat tertutup material banjir.
Hingga Rabu (28/1/2026) siang, sejumlah alat berat dari berbagai instansi dikerahkan secara terpadu di wilayah terdampak, khususnya di Desa Serang dan Desa Kutabawa, Kecamatan Karangreja. Pengerahan tersebut melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purbalingga.
Selain itu juga ada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO). Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN), pemerintah desa, serta instansi terkait lainnya.
Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Purbalingga, Revon Harpindiat, mengatakan percepatan pemulihan infrastruktur menjadi prioritas utama agar aktivitas masyarakat dapat segera kembali normal.“Fokus utama kami adalah percepatan pembukaan akses dan penanganan infrastruktur vital agar aktivitas warga bisa segera pulih,” ujar Revon.
Berdasarkan data BPBD, penanganan infrastruktur dengan alat berat difokuskan di empat titik utama. Di Kaliurip Dukuh, Desa Serang, dikerahkan satu unit excavator PC 200 milik BBWSSO, satu unit excavator PC 75 dari DPUPR, tiga unit dump truck dari DPUPR dan BBWSSO, serta dua unit bulldozer dari DPUPR dan BBPJN.
Sementara di Kaliurip Gunung, Desa Serang, satu unit excavator PC 200 milik pemerintah desa diterjunkan bersama tiga unit dump truck dari DPUPR dan BBPJN. Di wilayah Gunungmalang, BPBD mengerahkan satu unit excavator PC 75 yang didukung satu unit bulldozer dari BBPJN.
Adapun di wilayah Bambangan, Desa Kutabawa, satu unit excavator PC 200 dari DPUPR difokuskan untuk membersihkan material longsor dan memulihkan akses wilayah. Selain kerusakan akses jalan, BPBD mencatat lima jembatan putus akibat banjir bandang dan longsor, termasuk jembatan penghubung Desa Kutabawa dengan Desa Clekatakan, Kabupaten Pemalang.
Sejumlah jembatan sementara ditangani dengan pemasangan jembatan darurat dan box culvert agar alat berat dapat masuk ke lokasi terdampak.Di sisi lain, BPBD juga terus memantau kondisi warga terdampak dan pengungsi. Hingga Rabu siang, jumlah pengungsi tercatat sebanyak 1.133 jiwa yang tersebar di Desa Serang dan Desa Sangkanayu.
Di Desa Serang, terdapat 1.004 jiwa pengungsi, dengan rincian 160 jiwa di Vila Serang, 199 jiwa di Sambas, serta 645 jiwa mengungsi secara mandiri di rumah warga. Sementara di Desa Sangkanayu, tercatat 129 jiwa mengungsi, terdiri atas 51 jiwa di Sangkanayu Hills dan 78 jiwa di rumah
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....