Banjir Bandang Sungai, BPBD Banyumas Lakukan Kaji Cepat

  • 27 Jan 2026 17:49 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas -  Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyumas menggelar Kaji Cepat Lintas Sektoral pada Selasa (27/01/26), sebagai respons atas terjadinya banjir bandang skala kecil yang terjadi pada Sabtu lalu. Banjir tersebut berdampak pada Sungai Banjaran, Sungai Pelus, serta sejumlah anak sungai di sekitarnya.

Dalam kegiatan tersebut, BPBD menggandeng sejumlah organisasi perangkat daerah dan instansi terkait. Pihak yang terlibat antara lain DPU, Dinas Perkim, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan, Camat Sumbang, Pengelola Wisata Curug Bayan, Kepala Desa Ketenger, serta BBWS Serayu Opak dan BPSDA Serayu Bogowonto.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Banyumas, Abdul Ladjis, S.ST, menjelaskan kaji cepat dilakukan untuk mengidentifikasi penyebab kejadian serta dampak yang ditimbulkan. Dampak tersebut terlihat dari kondisi air sungai yang keruh, berwarna pekat, berbusa, serta membawa material pasir, humus, serasah, hingga potongan kayu.

“Kaji cepat ini kami lakukan sebagai respons atas kejadian banjir bandang pada 24 Januari, yang dampaknya terlihat dari air sungai yang keruh, berwarna pekat, berbusa, serta membawa material pasir, humus, serasah, hingga potongan kayu,” ujarnya.

Hasil observasi di hulu Sungai Banjaran, yang berada di lereng Gunung Slamet, menunjukkan masih adanya endapan sedimentasi. Sementara itu, BPSDA Serayu Bogowonto menyimpulkan secara awal bahwa kejadian tersebut dipicu oleh curah hujan ekstrem.

Abdul juga menambahkan terdapat beberapa dampak lain yang ditimbulkan akibat kejadian ini. Dampak ekologis dirasakan pada sektor perikanan, dimana air sungai yang menghitam dan keruh menyebabkan kematian ikan secara massal.

“Data dari Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan mencatat sekitar 900 kilogram ikan mati terdampak akibat kondisi air yang keruh,” ungkap Abdul.

Dampak lain yang dirasakan masyarakat akibat kejadian tersebut adalah terganggunya suplai air bersih di sejumlah titik. BPBD Banyumas telah melakukan droping air bersih dan berkoordinasi dengan PDAM, sehingga saat ini kondisi suplai air kembali normal.

BPBD Banyumas akan menindaklanjuti hasil kaji cepat dengan melakukan penelusuran langsung ke kawasan puncak Gunung Slamet. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan sumber utama permasalahan sekaligus menyusun upaya mitigasi lintas sektor agar kejadian serupa tidak terulang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....