17 Warga Terdampak Longsor Cibeunying Mulai Tempati Huntara
- 27 Jan 2026 15:42 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Cilacap - Sebanyak 17 warga terdampak bencana tanah longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, mulai menempati hunian sementara (huntara) pada Selasa, 27 Januari 2026. Mereka merupakan keluarga yang rumahnya rusak berat hingga hancur tertimbun material longsoran yang terjadi pada 13 November 2025 lalu.
Salah satu warga, Haryanto, mengaku lega dan bahagia akhirnya bisa tinggal di huntara setelah berbulan-bulan harus mengontrak rumah pascabencana. Ia menceritakan, rumah miliknya luluh lantak diterjang longsor, bahkan dirinya sempat tertimbun tanah hingga bagian dada. Beruntung, tidak ada anggota keluarga inti yang menjadi korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
“Alhamdulillah sekarang sudah bisa tinggal di huntara. Selama ini kami harus mengontrak, tentu berat secara ekonomi,” ujarnya.
Hunian sementara yang ditempati para warga memiliki ukuran 5 x 6,7 meter dan dilengkapi dua kamar tidur, dapur, ruang keluarga, ruang tengah, serta kamar mandi. Selain bangunan utama, huntara juga telah dilengkapi perabotan dasar seperti tempat tidur, lemari kabinet, kompor, penanak nasi, hingga perlengkapan dapur. Bantuan tambahan berupa dispenser, setrika, dan perlengkapan rumah tangga lainnya juga disalurkan melalui PKK.
Penempatan huntara dilakukan melalui mekanisme undian untuk menjamin keadilan bagi seluruh calon penghuni.
Deputi V Bidang Logistik dan Perlengkapan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Andi Eviana, menegaskan pentingnya regulasi yang mengatur pemanfaatan huntara. Menurutnya, perlu ada aturan tegas agar hunian tersebut tidak disewakan dan benar-benar digunakan oleh warga yang berhak.
“Huntara ini harus ditempati oleh keluarga terdampak sesuai peruntukannya, bukan untuk disewakan atau dialihkan,” tegasnya.
Sementara itu, Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan lahan seluas 3,5 hektare untuk pembangunan huntara. Dengan 17 kepala keluarga yang telah menempati hunian sementara, masih terdapat 39 kepala keluarga lainnya yang akan menyusul.
“Kami targetkan sebelum Ramadan seluruh warga terdampak sudah bisa menempati huntara,” kata Bupati.
Ia menambahkan, pemerintah daerah akan terus melanjutkan pembangunan serta melengkapi fasilitas umum di lingkungan huntara agar warga dapat tinggal dengan lebih nyaman dan layak.
Pemerintah juga berkomitmen menambah sarana pendukung secara bertahap guna menunjang aktivitas dan kebutuhan dasar warga selama tinggal di hunian sementara tersebut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....