Serunya Astronomi dan Keislaman Bersama IIAC Purwokerto

  • 27 Jan 2026 13:17 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto: Pro 2 Community menghadirkan komunitas Indonesian Islamic Astronomy Club (IIAC) cabang Purwokerto yang penuh dengan inspiratif pada Sabtu, (10/01/26). Dialog bertajuk "Belajar Astronomi Itu Seru" ini mengulas bagaimana fenomena astronomi dapat dipadukan dengan nilai-nilai spiritual keislaman.

Hadir sebagai narasumber dalam dialog tersebut adalah Muhammad Qeis Izudin (Koordinator IAC Purwokerto), Anggi Triani (Kadiv Internal), dan Eli Widatul Maulida (Pengurus IAC). Ketiganya berbagi pengalaman mengenai keunikan komunitas yang tidak hanya fokus pada pengamatan benda langit, tetapi juga menjadikannya sebagai sarana dakwah dan penguatan iman.

IIAC, yang pertama kali berdiri di Surabaya pada 7 Agustus 2022, kini telah memiliki 21 cabang di seluruh Indonesia, termasuk Purwokerto. Komunitas ini membawa tagline "Beriman, Berilmu, Berkarya". 

Menurut Eli, astronomi adalah wadah yang unik untuk melakukan dakwah secara inklusif. Melalui pengamatan fenomena alam seperti pergantian siang dan malam, anggota diajak untuk merenungi keagungan Sang Pencipta sebagaimana termaktub dalam Al-Qur'an, salah satunya Surah Al-Furqan ayat 62.

IAC Purwokerto aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan edukasi, di antaranya:

  • IAC Goes to School: Sosialisasi astronomi ke berbagai tingkatan sekolah, mulai dari TK hingga SMA.

  • Pengamatan Publik: Melakukan observasi bulan dan matahari menggunakan teleskop di area publik seperti Car Free Day (CFD) GOR Satria dan Alun-alun Purwokerto agar masyarakat dapat melihat benda langit secara langsung.

  • Ramadan Charity (RASI): Kegiatan berbagi di panti asuhan yang dikombinasikan dengan edukasi astronomi dan pengamatan hilal.

Dalam dialog tersebut, Qeis menjelaskan bahwa astronomi bukan sekadar ilmu hitung yang rumit, tetapi juga mencakup astronomi budaya (etnoastronomi) yang mempelajari kaitan rasi bintang dengan tradisi masyarakat. IIAC juga membuka pintu bagi generasi muda usia 15-27 tahun yang ingin bergabung tanpa harus memiliki latar belakang pendidikan astronomi formal.

Menutup sesi dialog, para pengurus IIAC berharap kehadiran komunitas ini dapat terus memberikan dampak positif, baik sebagai sarana edukasi sains maupun sebagai bentuk "healing" spiritual melalui keindahan langit malam. Bagi masyarakat yang tertarik untuk berkolaborasi atau bergabung, informasi lebih lanjut dapat diakses melalui akun Instagram resmi mereka di @iiac.purwokerto.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....