IEP 2026 UMP Jadi Ajang Unjuk Prestasi Generasi Muda Muslim

  • 04 Jul 2026 12:53 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas: Ajang kompetisi keislaman tingkat nasional Islamic Education Project (IEP) 2026 yang digelar Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) menjadi wadah bagi generasi muda Muslim dari berbagai daerah di Indonesia untuk mengasah kemampuan sekaligus menunjukkan kreativitas di bidang keislaman. Puncak kegiatan berlangsung melalui Grand Final di Aula Syamsyuhadi Irsyad, Lantai 10 UMP Tower,

Grand Final tersebut menutup rangkaian IEP 2026 setelah sehari sebelumnya diselenggarakan Seminar Nasional bertajuk From Scrolling to Schooling. Mengangkat tema "PAI Next Level: Digital, Religius, Progresif", IEP tahun ini menghadirkan empat cabang lomba, yaitu Musabaqah Hifdzil Qur'an (MHQ), Story Telling Islami, Lomba Artikel, dan Desain Poster.

Ketua Panitia IEP 2026, Fauziah Nur Fadilah, mengatakan jumlah peserta tahun ini meningkat dibanding penyelenggaraan sebelumnya. Para peserta berasal dari berbagai SMA, SMK, dan MA sederajat dari sejumlah daerah di Indonesia.

"Kami sangat bersyukur atas tingginya partisipasi peserta. Ini menunjukkan bahwa semangat generasi muda untuk belajar, berkompetisi, dan mengembangkan diri dalam bidang keislaman masih sangat kuat," ujarnya.

Penyelenggaraan IEP 2026 juga menghadirkan konsep baru melalui sistem hybrid. Musabaqah Hifdzil Qur'an dilaksanakan secara luring di kampus UMP, sedangkan lomba Story Telling Islami, Artikel, dan Desain Poster digelar secara daring sehingga mampu menjangkau peserta dari berbagai wilayah.

Suasana khusyuk mewarnai babak final MHQ ketika para peserta menampilkan kemampuan menghafal dan melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an di hadapan dewan juri. Di sisi lain, ratusan karya peserta pada kategori artikel, poster, dan storytelling dinilai oleh akademisi serta praktisi yang memiliki kompetensi di bidang masing-masing.

Ketua HMPS PAI UMP, Yanuar Rizki Arif Saputra, menuturkan Islamic Education Project bukan sekadar kompetisi tahunan, melainkan ruang bagi generasi muda Muslim untuk mengembangkan kemampuan intelektual, kreativitas, serta keterampilan berdakwah di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.

"IEP merupakan ikhtiar kami untuk menegaskan bahwa pendidikan Islam mampu melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kreatif, inovatif, dan mampu menjadi agen perubahan di tengah masyarakat," katanya.

Ketua Program Studi Pendidikan Agama Islam UMP, Dr. A. Sulaeman, M.S.I., menilai tema yang diusung sangat sesuai dengan tantangan yang dihadapi generasi saat ini. Menurutnya, seorang Muslim perlu mampu memanfaatkan teknologi digital tanpa meninggalkan jati diri dan nilai-nilai akhlak.

"Seorang Muslim saat ini harus mampu menguasai teknologi digital tanpa kehilangan identitas dan akhlaknya. Pendidikan Islam harus mampu melahirkan generasi yang religius, adaptif, dan berkemajuan," ujarnya saat membuka kegiatan.

Ia menambahkan, transformasi digital seharusnya dimanfaatkan sebagai peluang untuk memperluas dakwah, meningkatkan kapasitas diri, serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

Melalui Islamic Education Project 2026, UMP kembali menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem pendidikan Islam yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman. Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang bagi generasi muda dari berbagai daerah untuk berkompetisi secara sehat, memperluas jejaring, dan mengembangkan potensi yang dimiliki.

Keberhasilan penyelenggaraan IEP 2026 diharapkan dapat melahirkan generasi Muslim yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, berakhlak mulia, serta siap menjadi pelopor perubahan di era digital.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....