Bupati Fahmi Turun Langsung ke Lokasi Banjir Bandang

  • 25 Jan 2026 18:57 WIB
  •  Purwokerto

RRI. CO. ID, Purbalingga - Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif bergerak cepat meninjau langsung sejumlah titik terdampak bencana banjir bandang dan angin ribut di Kecamatan Mrebet dan Karangreja, didampingi Forkopimda, BPBD, TNI, Polri, serta perangkat daerah terkait, Sabtu (24/01/2026).

Bencana terjadi pada Jumat malam hingga Sabtu dini hari, 23–24 Januari 2026, pukul 22.00–03.00 WIB, akibat hujan berintensitas tinggi di wilayah lereng Gunung Slamet.

“Banjir bandang membawa banyak material, mulai dari batu, kayu, pohon, lumpur yang berasal dari area hutan (pegunungan, red),” kata Bupati.

Kerusakan terparah terjadi di Desa Serang. Di Dusun Kaliurip, 36 rumah rusak berat (tertimbun lumpur, batu, dan kayu), enam rumah rata dengan tanah, dan sekitar 500 jiwa mengungsi.

Di Dusun Gunung Malang, 12 rumah rusak berat, enam rumah terancam, dua jalan kabupaten terputus, serta dua jembatan rusak.

“Kejadian bencana ini menyebabkan satu warga luka berat dan satu korban meninggal dunia,” kata bupati.

Bupati Fahmi menyampaikam terimakasih sinergi BPBD, TNI, Polri, relawan, dan masyarakat dalam penanganan darurat, mulai dari pembukaan sumbatan sungai, pembersihan material, hingga evakuasi warga.

“Banyaknya titik bencana memaksa penanganan harus dilakukan secara bertahap. Semisal pada pemakaian alat berat yang jumlahnya terbatas sehingga harus bergantian,” jelas bupati.

Pemkab Purbalingga, kata dia, akan melanjutkan penanganan dengan penyaluran bantuan sembako, air bersih, serta bantuan bagi pengungsi berupa tempat pengungsian dan dapur umum. Pemkab juga berharap dukungan dari pemerintah provinsi dan pusat agar penanganan bencana berjalan cepat dan optimal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....