Pohon Tumbang Timpa Rumah Warga Kalisalak Banyumas

  • 25 Jan 2026 10:39 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas: Cuaca ekstrem berupa angin kencang melanda Desa Kalisalak, Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas, pada Sabtu (24/1/2026) siang WIB. Kejadian tersebut menyebabkan pohon tumbang dan menimpa rumah milik Ali Gufiar, warga RT 05/RW 02.

Kerusakan yang dialami cukup parah, meliputi atap dan rangka atap bangunan bagian dapur serta kamar mandi. Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini, tetapi kergian materi ditaksir mencapai Rp10,5 juta.

Kepala Dusun 1 Desa Kalisalak Daryoto menjelaskan, peristiwa angin kencang terjadi sekitar pukul 12.15 WIB. Saat itu, cuaca dilaporkan cukup cerah, tetapi tiba-tiba angin berembus kencang dan menyebabkan sebuah pohon roboh menimpa rumah warga.

Selepas kejadian, warga setempat bergotong-royong menyingkirkan batang pohon dan membersihkan puing-puing bangunan menggunakan alat seadanya. Warga juga telah melaporkan kejadian tersebut kepada pemerintah desa setempat untuk ditindaklanjuti.

Baca juga: Banjir Bandang Terjang Wilayah Utara Purbalingga

“Untuk warga yang terdampak sementara tidak diungsikan karena masih ada bagian rumah yang bisa ditinggali,” kata Daryoto kepada RRI, Minggu (25/1/2026).

Daryoto berharap laporan tersebut direspons cepat dan agar bantuan dapat segera disalurkan kepada warga terdampak, terutama untuk membantu perbaikan atap dan bagian rumah yang mengalami kerusakan.

“Kami berharap ada bantuan dari BPBD atau Basarnas, sekadar untuk perbaikan. Bantuan material juga tidak masalah,” tutur Daryoto.

Sementara itu, di hari yang sama, kejadian pohon tumbang akibat angin kencang juga terjadi di Desa Petahunan, Kecamatan Pekuncen. Akibat peristiwa ini, satu rumah warga di RT 04/RW 01 rusak berat karena tertimpa pohon, dengan kerugian ditaksir mencapai Rp50 juta.

Baca juga: Angin Puting Beliung Rusak Puluhan Rumah di Kotayasa

BPBD Banyumas mencatat bahwa dalam tiga hari terakhir sedikitnya terdapat 15 kejadian bencana. Mayoritas disebabkan oleh angin kencang.

Kepala BPBD Banyumas Dwi Irawan Sukma menyampaikan bahwa kejadian tersebut tersebar di tujuh kecamatan, yakni Rawalo, Kebasen, Cilongok, Lumbir, Purwojati, Ajibarang, dan Pekuncen. Pihaknya telah melakukan kaji cepat untuk penanganan lanjutan.

“Laporan cuaca ekstrem paling banyak masuk dari Kecamatan Pekuncen,” ucap Dwi Irawan.

BPBD Banyumas meminta masyarakat untuk selalu waspada, mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di wilayah Banyumas dalam beberapa waktu ke depan.

“Prakiraan curah hujan di akhir Januari sampai Februari di wilayah Banyumas berada pada kategori menengah tinggi. Oleh karena itu, kami mohon agar masyarakat tetap waspada,” ujar Dwi Irawan. (FR).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....