Kunci Ketenangan Jiwa: Tawakal

  • 24 Jan 2026 20:40 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto - Dialog Mutiara Pagi RRI Purwokerto membahas tema Kunci Ketenangan Jiwa Bagian Dua bersama Ustadz Hendro Kuncoro, S.PT. Dalam kajiannya, Ustadz Hendro menjelaskan bahwa ketenangan jiwa dapat diraih jika seseorang fokus kepada Allah melalui zikrullah dan sikap tawakal.

Ustadz Hendro mengibaratkan hidup seperti perjalanan pulang, meski jalannya tidak selalu mulus, orang yang fokus pada tujuan akan tetap merasa tenang. Ia menuturkan bahwa tawakal berarti berserah diri kepada Allah dengan keyakinan bahwa kebutuhan hidup akan dicukupi.

“Barang siapa bertawakal kepada Allah, maka Allah akan mencukupi kebutuhannya,” katanya mengutip Surah At-Talaq ayat 3.

Menurut Ustadz Hendro, yang dijamin oleh Allah adalah kebutuhan, bukan keinginan manusia yang tidak ada batasnya. Ia mencontohkan perbedaan antara kebutuhan dan keinginan dalam kehidupan sehari-hari.

“Kalau keinginan manusia tidak terbatas, tapi kalau kebutuhan manusia itu terbatas,” kata Ustadz Hendro seraya menyebut bahwa makanan sederhana yang memenuhi gizi sebenarnya sudah cukup, namun keinginan berlebihan sering membuat seseorang merasa tidak puas dan gelisah.

Ustadz Hendro juga mengutip hadis tentang burung sebagai contoh tawakal. Ia menjelaskan bahwa burung tidak menyimpan makanan, tidak memiliki pekerjaan tetap, namun tetap berusaha setiap hari dan selalu optimis mencari rezeki.

Menurut Ustadz Hendro, tawakal bukan berarti pasrah tanpa usaha. Ia menegaskan bahwa bekerja keras merupakan bagian dari tawakal, sedangkan hasil akhir sepenuhnya berada di tangan Allah.

“Tawakal itu bukan orang yang diam tanpa usaha, tetapi usaha maksimal lalu hasilnya diserahkan kepada Allah,” katanya.

Menjawab pertanyaan pendengar tentang hasil usaha yang tidak sesuai harapan, Ustadz Hendro mengatakan bahwa apa yang diberikan Allah belum tentu sama dengan yang diinginkan manusia, tetapi itulah yang terbaik. Ia mencontohkan, seseorang mungkin menginginkan gaji besar, tetapi Allah memberi lingkungan kerja yang tenang dan nyaman.

Di akhir dialog, Ustadz Hendro mengajak pendengar untuk tidak berlebihan mengejar dunia dan tetap mengingat akhirat. Ia menambahkan, ketenangan jiwa bukan berarti hidup tanpa masalah, tetapi bagaimana hati tetap bersandar kepada Allah melalui zikrullah dan tawakal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....