Mahasiswa Unsoed Titipkan Harapan Transparansi pada Rektor Terpilih
- 24 Jan 2026 12:25 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas — Mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) menaruh harapan besar kepada rektor terpilih periode 2026–2030 agar mampu menjawab berbagai persoalan krusial yang selama ini dirasakan civitas akademika, khususnya mahasiswa.
Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unsoed 2026, Azza Febra Pramudika, menilai terdapat sejumlah urgensi yang perlu segera menjadi perhatian rektorat baru setelah resmi dilantik. Salah satu isu utama yang disoroti mahasiswa adalah kebijakan kenaikan Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang dinilai masih menjadi persoalan laten.
“Urgensi yang harus diselesaikan ke depan sebenarnya masih banyak. Salah satunya kasus kenaikan UKT pada 2024 yang naik sangat signifikan dan dirasa kurang transparan,” ujar Azza.
Menurutnya, selain persoalan UKT, mahasiswa juga menyoroti minimnya keterbukaan informasi serta akuntabilitas dalam proses pengambilan kebijakan di tingkat universitas. Hal tersebut dinilai belum sepenuhnya sejalan dengan prinsip tata kelola perguruan tinggi yang baik.
Azza berharap, proses pemilihan rektor tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga momentum refleksi bagi pimpinan kampus untuk melihat kembali berbagai kebijakan yang dinilai belum ideal.
“Melalui proses pemilihan ini, kami berharap para calon rektor bisa membuka ruang dialog dan memahami bagaimana mahasiswa memandang sistem yang selama ini berjalan. Dari situ, mahasiswa bisa memberikan masukan secara konstruktif,” katanya.
Ia menambahkan, rektor terpilih nantinya diharapkan mampu menyusun standar kebijakan yang lebih berpihak kepada mahasiswa, termasuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja dan kebijakan rektorat sebelumnya.
“PTN-BLU, termasuk Unsoed, perlu memiliki standar kebijakan yang jelas dan akuntabel. Evaluasi kinerja sebelumnya harus dilakukan agar ke depan kebijakan yang diambil lebih adil dan transparan,” pungkas Azza.
Mahasiswa Unsoed berharap kepemimpinan baru mampu menghadirkan perubahan nyata serta membangun komunikasi yang lebih terbuka antara pimpinan kampus dan mahasiswa demi menciptakan iklim akademik yang sehat dan inklusif.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....